Maduro Resmikan Latihan Perang "Terpenting dalam Sejarah" Venezuela

Kompas.com - 11/02/2019, 11:51 WIB
Gambar yang dirilis oleh Kantor Pers Kepresidenan Venezuela menunjukkan Presiden Nicolas Maduro (baju putih) bersama Menteri Pertahanan Vladimir Padrino (paling kiri), dan petinggi militer lain menghadiri latihan perang di Fort Guaicaipuro di Negara Bagian Miranda pada Minggu (10/2/2019).AFP/HO/Venezuelan Presidency Gambar yang dirilis oleh Kantor Pers Kepresidenan Venezuela menunjukkan Presiden Nicolas Maduro (baju putih) bersama Menteri Pertahanan Vladimir Padrino (paling kiri), dan petinggi militer lain menghadiri latihan perang di Fort Guaicaipuro di Negara Bagian Miranda pada Minggu (10/2/2019).

CARACAS, KOMPAS.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro meresmikan latihan perang yang diklaim "terpenting dalam sejarah" negara tersebut.

Dilaporkan Russian Today Minggu (10/2/2019), latihan perang yang diikuti tentara dan milisi tersebut bakal berlangsung hingga 15 Februari mendatang.

Baca juga: Venezuela Klaim Bongkar Konspirasi Besar untuk Menggulingkan Maduro

Dalam pidatonya di Fort Guaicaipuro, Negara Bagian Miranda, Maduro menyebut latihan tersebut merupakan yang terbesar sepanjang 200 tahun sejarah Venezuela.

"Kita harus mempertahankan kedaulatan, integritas wilayah, dan kemerdekaan Venezuela," ujar presiden berusia 56 tahun itu.

Dalam unggahan di Twitter, Maduro menyatakan rasa bangga terhadap kapasitas, logistik, dan kemampuan Pasukan Bolivar yang berisi dua juta tentara serta milisi.

Maduro menyatakan saat ini Venezuela mengonsolidasikan doktrin militer "Perang Rakyat Semesta" yang merupakan kelanjutan dari ide mendiang Presiden Hugo Chavez.

Kepada Sputnik, presiden yang berkuasa sejak 2013 itu mengatakan bakal melanjutkan investasi pembelian senjata yang diproduksi Rusia.

Maduro menegaskan bakal menyediakan setiap pasukan dan milisi Venezuela dengan senjata terbaru Rusia demi terciptanya perdamaian.

Dia juga menekankan setiap pasukan Venezuela siap mati demi mempertahankan negara dari intervensi asing, dan menuturkan rakyat juga berperan dalam pertahanan.

"Kami adalah negara damai yang tak ingin berkonflik dengan siapapun. Namun, negara lain harus berpikir jika ingin cari masalah dengan kami," tegas dia.

Venezuela merupakan importer utama persenjataan Kremlin di seluruh negara Amerika Latin, dengan kontrak pembelian itu terjadi sebelum krisis dimulai.

Krisis di Venezuela terjadi setelah pemimpin oposisi Juan Guaido mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara pada Januari lalu.

Deklarasi yang mendapat dukungan Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara Barat lain itu tidak menampik bakal mengizinkan "intervensi kemanusiaan".

Sementara China, Rusia, serta Turki masih menyatakan dukungannya terhadap rezim Maduro.

Baca juga: AS Tawarkan Cabut Sanksi bagi Militer yang Membelot dari Maduro



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Raja Malaysia Hentikan Rombongannya untuk Tolong Korban Kecelakaan

Raja Malaysia Hentikan Rombongannya untuk Tolong Korban Kecelakaan

Internasional
Antisipasi Pencurian, Gerobak Bakso Ikan di Manila Dilengkapi CCTV

Antisipasi Pencurian, Gerobak Bakso Ikan di Manila Dilengkapi CCTV

Internasional
Cuaca di Jerman Panas, Seorang Pria Naik Motor Sambil Bugil

Cuaca di Jerman Panas, Seorang Pria Naik Motor Sambil Bugil

Internasional
Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.000 Ekor Kura-kura

Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.000 Ekor Kura-kura

Internasional
Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China

Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China

Internasional
Antar Makan Siang ke Teman, Wanita Ini Meloncat dari Ketinggian 300 Meter

Antar Makan Siang ke Teman, Wanita Ini Meloncat dari Ketinggian 300 Meter

Internasional
Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Kisah Penerbangan Helikopter untuk Kali Pertama

Hari Ini dalam Sejarah: Kisah Penerbangan Helikopter untuk Kali Pertama

Internasional
Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Internasional
Hendak Masuk AS, Ayah dan Bayinya Tewas Tenggelam di Sungai Meksiko

Hendak Masuk AS, Ayah dan Bayinya Tewas Tenggelam di Sungai Meksiko

Internasional
Rusia Pamerkan Drone Baru Mirip Burung Hantu Harry Potter

Rusia Pamerkan Drone Baru Mirip Burung Hantu Harry Potter

Internasional
Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Internasional
Trauma Diejek Ibunya Tidak Cantik, Wanita Ini Habis Rp 3 Miliar untuk Operasi Plastik

Trauma Diejek Ibunya Tidak Cantik, Wanita Ini Habis Rp 3 Miliar untuk Operasi Plastik

Internasional
Biaya Pernikahan Tinggi Bikin Warga Desa di China Jatuh Miskin

Biaya Pernikahan Tinggi Bikin Warga Desa di China Jatuh Miskin

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Internasional

Close Ads X