Dokter di Venezuela Desak Maduro Izinkan Masuknya Bantuan Kemanusiaan

Kompas.com - 11/02/2019, 16:20 WIB
Lebih dari 50 Venezuela melintasi perbatasan dengan Kolombia pada Minggu (10/2/2019) untuk menuntut masuknya bantuan kemanusiaan. (AFP) Lebih dari 50 Venezuela melintasi perbatasan dengan Kolombia pada Minggu (10/2/2019) untuk menuntut masuknya bantuan kemanusiaan. (AFP)

CUCUTA, KOMPAS.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro menolak mentah-mentah upaya negara lain untuk memberikan bantuan kemanusiaan di tengah krisis negara itu.

Kebijakan Maduro disambut protes oleh kalangan dokter yang menggelar unjuk rasa pada Minggu (10/2/2019) di pintu masuk jembatan yang berbatasan dengan Kolombia.

Diwartakan Time, lebih dari 50 dokter melintasi perbatasan untuk mendesak pemerintah mengizinkan bantuan kemanusiaan agar masuk.ke Venezuela.

Baca juga: Lengsernya Maduro adalah Momen Tak Terhindarkan

Sambil membawa bendera Venezuela raksasa, puluhan dokter mengenakan jubah putih meminta militer menyingkirkan sebuah tanker dan dua peti kemas yang dipakai untuk menghalangi Jembatan Internasional Tienditas.

Seorang psikiater yang ikut unjuk rasa, Katia Diaz, mengatakan setiap harinya bantuan menunggu untuk dibawa ke Venezuela.

Pasukan militer Venezeula memblokir Jembatan Tienditas, di perbatasan antara Cucuta di  Kolombia dan Tachira di Venezuela, dengan kontainer pada Rabu (6/2/2019). (AFP/EDINSON ESTUPINAN) Pasukan militer Venezeula memblokir Jembatan Tienditas, di perbatasan antara Cucuta di Kolombia dan Tachira di Venezuela, dengan kontainer pada Rabu (6/2/2019). (AFP/EDINSON ESTUPINAN)
Padahal menurut dia, nyawa pasien sangat berisiko apabila bantuan tak segera masuk.

"Peti kemas itu wujud arogansi seorang diktator," katanya.

"Itu menunjukkan kurangnya rasa kemanusiaan, belas kasih atas penderitaan rakyat kita," ucapnya.

Melansir dari kantor berita AFP, pemimpin oposisi Venezeula Juan Guaido memperingatkan militer bahwa memblokir bantuan kemanusiaan merupakan pelanggaran terhadap kemanusiaan.

Seperti diketahui, bantuan obat-obatan dan makanan yang dikirim oleh Amerika Serikat telah menunggu selama tiga hari di perbatasan di Cucuta, Kolombia.

Halaman:


Sumber Time,AFP
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X