Diajak Berlibur ke Timur Tengah, Wanita Ini Ternyata Dinikahkan Paksa - Kompas.com

Diajak Berlibur ke Timur Tengah, Wanita Ini Ternyata Dinikahkan Paksa

Kompas.com - 12/02/2019, 13:20 WIB
Tasneem Fakhoury, perempuan asal Australia yang mengaku sebagai korban pernikahan paksa di Lebanon.7News via Daily Mirror Tasneem Fakhoury, perempuan asal Australia yang mengaku sebagai korban pernikahan paksa di Lebanon.

MELBOURNE, KOMPAS.com — Seorang perempuan mengisahkan bagaimana dia menjadi korban pernikahan paksa dengan iming-iming liburan ke Timur Tengah.

Tasneem Fakhoury yang berasal dari Australia ini mengatakan, awalnya dia diberi tahu bakal pergi berlibur ke Lebanon ketika dia berusia 14 tahun.

Baca juga: Kisah Miris Wanita Indonesia yang Dijual dan Dinikahkan di China (2)

Dilaporkan Daily Mirror pada Senin (11/2/2019), Tasneem menuturkan dia diberi tahu bakal mengunjungi kakek neneknya di desa dekat Tripoli.

Namun nyatanya, setelah dia sampai ke Tripoli setelah menempuh penerbangan dari Melbourne, kakek dan neneknya tak menjemputnya.

Malah, Tasneem dijemput seorang pria yang 10 tahun lebih tua, yang segera membawanya ke rumah. Ternyata sudah ada rencana pernikahan mereka berdua.

Perempuan yang kini berusia 20 tahun itu menuturkan, dia harus menikah dengan pria dengan sejarah kekerasan dan penyalahgunaan narkoba.

"Saat itu saya masih 14 tahun. Saya sudah membayangkan gaun putih yang bakal dikenakan, dan kehidupan rumah tangga indah," kata Tasneem kepada 7News.

Namun, impian menjalani kehidupan pernikahan yang indah nyatanya tidak pernah terjadi. Dia mengaku suaminya mulai memperlakukannya dengan kasar.

Tidak hanya secara fisik, si suami juga melecehkannya secara psikologi dengan selalu berkata bahwa dia mencintai Tasneem.

Tasneem melanjutkan, dia kemudian memutuskan untuk pergi. Tetapi, tetangga yang mendengarnya hanya tertawa, dan berujar dia tak akan bisa keluar.

Menjabarkan bagaimana kacaunya dia, Tasneem mengungkapkan dia bakal berada di dapur dan memegang pisau seraya mengingat kehidupannya yang menyedihkan.

Akhirnya, setelah empat tahun terjebak, Tasneem bisa bebas berkat campur tangan sang ayah. Dia mengaku tidak berhubungan dengan mantan suaminya itu sejak Agustus 2018.

Saat ini, Tasneem tengah menulis buku tentang pengalamannya dan mengampanyekan kebebasan bagi korban pernikahan paksa.

Baca juga: Kisah Miris Wanita Indonesia yang Dijual dan Dinikahkan di China (1)


Terkini Lainnya


Close Ads X