Kompas.com - 12/02/2019, 10:48 WIB
|

Saat Nik berusia empat tahun, keluarga itu kemudian pindah ke Uetendorf, Swiss.

Di kota itu, ayahnya bekerja di pusat rehabilitasi untuk penyandang bisu dan tuli. Oleh karena itu, tak heran Nik sudah banyak berhubungan dengan kelompok disabilitas sejak kecil.

Kemudian, Fritz mengelola sebuah panti jompo di kota yang sama sehingga Nik ikut tumbuh di lingkungan para orang lanjut usia.

Baca juga: Kisah Kelam Sebuah Jembatan yang Indah di Swiss

Kedua pengalaman sosialnya itu teryata bermanfaat bagi Nik di kemudian hari dan membuat dia dipercaya menjadi pemimpin Uetendorf.

Di sisi lain, Nik adalah seorang sarjana mesin yang menyelesaikan pendidikannya di Steffisburg.

Dia kemudian melanjutkan pendidikannya di bidang psikologi, manajemen, dan inovasi di kota Basel.

Tak hanya itu, dia juga masih melanjutkan studi doktor yang membuatnya sebagai profesional di bidang kepemudaan dan kerja sosial.

Pada 1994, dia menikah dan sudah memiliki tiga anak. Nik dan keluarganya kini tinggal di kota Winterthur.

Di Wulfingen, sebuah distrik di kota Winterthur, Nik menjadi anggota kelompok kerja untuk penempatan kerja bagi para pemuda.

Pada 2003, dia ditugaskan Gereja Reformasi Protestan untuk membangun sebuah gereja pemuda di kota Winterthur.

Pada 2002, Nik terjun ke dunia politik dan fokusnya adalah pada isu-isu finansial dan keuangan.

Pada 2002-2004, dia menjadi anggota Dewan Kota Winterthur, dan sejak Mei 2008 dia dipercaya memimpin Partai Rakyat Evangelis Swiss (EPP).

Pada 2014-2017, Nik menjadi anggota Dewan Kanton Zurich. Dalam pemilihan Dewan Gubernur Kanton Zurich pada 12 April 2015, Nik bergabung dengan EPP sebagai kandidat.

Pada 2015 juga Nik mencalonkan diri sebagai kandidat anggota parlemen. Dan, pada 27 November 201, dia terpilih menjadi anggota parlemen Swiss.

Setelah menjadi anggota parlemen, Nik banyak menekan perusahaan teknologi agar membatasi penggunaan surat elektronik anonim.

Meski sudah mapan di Swiss, Nik tak melupakan India.

Di kota Thalassery, Nik mengelola Yayasan Gundert yang fokus pada pendidian modern untuk anak-anak India dari semua kasta.

Nik juga menjadi salah satu pendiri dan anggota dewan perusahan konsultan Herzkaftwek AG di Winterthur.

Perusahaan ini menawarkan pelatihan bagi para pengambil keputusan di perusahaan atau organisasi nir-laba.

Baca juga: Profesor Australia Usia 104 Tahun Ingin ke Swiss untuk Akhiri Hidup

Tak berhenti di sana, Nik juga adalah seorang pengusaha pemilik merek minuman jahe Zingi yang terkenal di Swiss.

Di Winterthur dia juga memiliki sebuah restoran bernama Concordia.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Gulf News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.