China Tuduh AS Lakukan "Bullying" atas Upaya Ekstradisi Bos Huawei

Kompas.com - 23/01/2019, 19:00 WIB
Chief Financial Officer (CFO) Huawei Meng Wanzhou setelah sidang jaminan di Pengadilan Tinggi British Columbia di Vancouver, British Columbia, Kanada, pada 11 Desember 2018. (AFP/CTV) Chief Financial Officer (CFO) Huawei Meng Wanzhou setelah sidang jaminan di Pengadilan Tinggi British Columbia di Vancouver, British Columbia, Kanada, pada 11 Desember 2018. (AFP/CTV)

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China menuding Amerika Serikat melakukan tindakan "bullying" usai berupaya untuk mengekstradisi Chief Financial Officer Huawei Meng Wanzhou dari Kanada.

Diwartakan AFP, Rabu (23/1/2019), AS menghadapi tenggat waktu pada 30 Januari 2019 untuk permintaan ekstradisi terhadap Meng, yang bulan lalu ditangkap.

Penahanannya membuat ketegangan diplomatik antara Kanada dan China. Sementara, AS hanya memiliki waktu 60 hari setelah penangkapan Meng untuk mengajukan ekstradisi secara resmi.

Baca juga: Pendiri Huawei Bantah Perusahaannya Menjadi Mata-mata China

Hal ini membuat China geram dan mengkritisi permintaan ekstradisi yang dianggap tanpa alasan logis dan tidak sesuai dengan hukum internasional.

"Ini merupakan tipe tindakan bullying secara teknologi dan semua orang bisa jelas melihat tujuan utamanya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying.

"AS tidak akan berhenti menindas perusahaan teknologi tinggi China," imbuhnya.

Sebelumnya, otoritas AS menyatakan akan memastikan proses ekstradisi sesuai dengan kesepakatan dengan Kanada.

"Kami akan terus berupaya mengekstradisi terdakwa Meng Wanzhou, dan bakal memenuhi tenggat waktu Perjanjian Ekstradisi AS-Kanada," kata juru bicara Kementerian Kehakiman AS Marc Raimondi pada Selasa lalu.

Meng merupakan putri dari pendiri Huawei. Dia ditangkap di Bandara Vancouver, Kanada, pada 1 Desember 2018, atas permintaan AS karena dianggap melanggar sanksi AS terhadap Iran.

Dia dibebaskan dengan uang jaminan 10 juta dollar Kanada atau Rp 106,4 miliar dan sedang menunggu sidang untuk ekstradisinya.

Baca juga: Polandia Harus Menanggung Akibat atas Penangkapan Karyawan Huawei

Ketika AS berhasil mengajukan permintaan ekstradisi, otoritas Kanada punya waktu 30 hari untuk memprosesnya. Meski demikian, kerap kali proses itu memakan waktu bulanan bahkan tahunan.

Penangkapan Meng membuat China-Kanada berselisih. Dua warga Kanada ditahan di "Negeri Tirai Bambu" karena alasan keamanan nasional. Namun, banyak pengamat berpikir penangkapan mereka dipicu oleh kasus Meng.

Pengadilan di China bahkan mengubah ganjaran narapidana asal Kanada menjadi hukuman mati terkait dengan perdagangan narkoba.



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X