Pendiri Huawei Bantah Perusahaannya Menjadi Mata-mata China

Kompas.com - 15/01/2019, 20:21 WIB
Ilustrasi Huawei IstimewaIlustrasi Huawei

BEIJING, KOMPAS.com - Pendiri Huawei Ren Zhengfei akhirnya angkat bicara berkaitan setelah perusahaannya menghadapi berbagai isu.

Dalam wawancara dengan sekelompok jurnalis asing, Ren membantah jika perusahaannya menjadi mata-mata bagi pemerintah China.

Raksasa teknologi yang didirikan 20 tahun silam itu disorot setelah putri Ren sekaligus Chief Financial Officer Meng Wanzhou ditangkap di Vancouver, Kanada, awal Desember 2018.

Baca juga: Lagi, Petinggi Huawei Ditahan atas Tuduhan Mata-mata

Selain itu yang terbaru adalah penangkapan Direktur Pemasaran Huawei Wang Weijing ditahan otoritas Polandia setelah dituduh menjadi agen rahasia.

Seorang mantan teknisi di militer, Ren membantah jika perusahaannya memberikan informasi bagi pemerintah Negeri "Panda".

Dikutip Bloomberg via AFP Selasa (15/1/2019), Ren menegaskan loyalitasnya kepada negara sekaligus Partai Komunis China.

"Namun, saya tidak akan melukai dunia. Saya tak melihat adanya korelasi antara sikap politik saya dengan bisnis di Huawei," keluhnya.

Saat ini, Huawei menghadapi tantangan setelah Amerika Serikat ( AS) menyerukan agar negara di dunia mempertimbangkan kembali pemakaian peralatan dengan alasan keamanan.

Australia dan Selandia Baru telah melarang peralatan Huawei pada tahun lalu, dengan perhatian besar juga muncul di Jepang, Kanada, hingga Republik Ceko.

Meng ditangkap oleh penegak hukum Kanada atas permintaan AS setelah dia dituduh telah melanggar sanksi yang diterbitkan kepada Iran.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X