"Polandia Harus Menanggung Akibat atas Penangkapan Karyawan Huawei"

Kompas.com - 14/01/2019, 12:08 WIB
Warga menggunakan ponsel melintas di depan toko Huawei di Shanghai. AFP / JOHANNES EISELEWarga menggunakan ponsel melintas di depan toko Huawei di Shanghai.

BEIJING, KOMPAS.com - Seorang karyawan perusahaan telekomunikasi asal China, Huawei, ditahan di Polandia atas tuduhan spionase pada pekan lalu.

Polandia disebut harus menanggung akibat atas penangkapan itu. Demikian laporan media pemerintah, Global Times, pada Senin (14/1/2019).

Dikutip dari AFP, penahanan Wang Weijing pada pekan lalu menyusul penangkapan petinggi Huawei pada Desember 2018 di Kanada.

Seperti diketahui, Chief Financial Officer Huawei Meng Wanzhou ditangkap atas keputusan Amerika Serikat memasukkan perusahaan tersebut dalam daftar hitam terkait masalah keamanan.


Baca juga: Dituduh Mata-mata dan Ditahan di Polandia, Seorang Karyawan Huawei Dipecat

"Beijing harus bernegosiasi tegas dengan Warsaw dan melakukan tindakan balasan relatif, membantu dunia memahami bahwa Polandia merupakan kaki tangan AS," demikian tertulis dalam editorial Global Times.

Jika Huawei mengalami pukulan, hal tersebut dinilai akan memengaruhi kepercayaan masyarakat China.

"Dunia berpikir itu dapat dilakukan untuk menggertak perusahaan China," tulis surat kabar yang dikelola oleh media juru bicara Partai Komunis, People's Daily.

"China tidak boleh lunak pada saat ini. Beijing tidak akan menggertak Warsaw dan tidak layak untuk melakukannya, tetapi yang terakhir (Polandia) harus menanggung akibat atas pelanggaran itu," tulis editorial itu.

Namun, surat kabar tersebut tidak menyebutkan tindakan apa yang harus diambil oleh pemerintah China.

China telah menyerukan keprihatinan atas penangkapan Wang di Polandia. Sementara Huawei memilih untuk menjauh dari kasus tersebut dengan memecat sang karyawan.

Manajemen Huawei menilai dugaan tindakan yang dilakukan Wang tidak ada hubungannya dengan perusahaan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X