Pemerintahan Trump Akui Dampak "Shutdown" Melebihi Prediksi - Kompas.com

Pemerintahan Trump Akui Dampak "Shutdown" Melebihi Prediksi

Kompas.com - 16/01/2019, 12:26 WIB
Pengumuman kepada pengunjung perihal Museum Smithsonian di Kota New York ditutup karena shutdown pemerintah Amerika Serikat. Foto ini diambil pada Rabu (2/1/2019). (AFP/Spencer Platt) Pengumuman kepada pengunjung perihal Museum Smithsonian di Kota New York ditutup karena shutdown pemerintah Amerika Serikat. Foto ini diambil pada Rabu (2/1/2019). (AFP/Spencer Platt)

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat mengakui dampak akibat shutdown atau penutupan sebagian layanan federal melebihi perkiraan sebelumnya.

Awalnya, pemerintah AS menghitung dampak dari 800.000 pekerja federal yang tidak menerima gaji terhadap perekonomian.

Setelah melakukan pemeriksaan, otoritas meyakini dampaknya berlipat ganda akibat kerugian yang lebih besar dari kontraktor swasta yang juga kehilangan pekerjaan.

Selain itu, pengeluaran pemerintah lainnya dan fungsi yang tidak berjalan turut berkontribusi.

Baca juga: Trump Tak Tertarik Akhiri Shutdown untuk Sementara Waktu

Melansir CNBC, Selasa (15/1/2019), jika shutdown berlangsung sepanjang bulan ini bisa berpotensi mengurangi setengah persen poin yang cukup besar dari produk domestik bruto.

"Ada dampak pekerjaan yang tidak dilakukan oleh 380.000 karyawan yang cuti dan serta pekerjaan yang ditinggalkan oleh kontraktor federal," kata seorang pejabat Gedung Putih.

Semula pemerintah AS memprediksi shutdown akan mengurangi pertumbuhan 0,1 persen per dua pekan. Kemudian, angka penurunan kini diyakini menjadi 0,1 persen per pekan.

Prediksi itu menunjukkan kerugian akibat shutdown cenderung dua kali lipat dari yang diperkirakan.

Kepala Ekonom di Moody's Analytics Mark Zandi memperkirakan shutdown akan mengurangi pertumbuhan PDB riil kuartal pertama sekitar 0,5 persen.

"Dari jumlah ini, sekitar setengahnya akan diakibatkan oleh hilangnya jam kerja pegawai pemerintah, dan separuhnya lagi akan berdampak pada perekonomian lainnya," imbuhnya.

Seperti diketahui, krisis shutdown menyebabkan ratusan ribu pekerja pemerintah tidka dibayar, dengan sejumlah lembaga federal seperti taman nasional ditutup untuk umum.

Shutdown telah memasuki hari ke-25 dan menjadi yang terpanjang dalam sejarah AS.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menegaskan tidak ada pengganti yang sepadan bagi tembok di perbatasan Meksiko.

Baca juga: Dampak Shutdown, Trump Traktir Burger dan Pizza untuk Tim Football di Gedung Putih

Dia juga menuduh Partai Demokrat sengaja bermain politik dengan menolak bernegosiasi proposal pembangunan tembok perbatasan senilai 5,7 miliar dollar AS atau Rp 80,4 triliun.

"Mereka pikir jika mereka berhasil menghentikan saya, maka akan menjadi prestasi untuk mendongkrak 2020 nanti," ujar Trump.

"Yang kita butuhkan saat ini adalah pelindung. Jika Anda tidak mempunyai pelindung di sana, maka tidak ada yang bisa kalian lakukan," imbuhnya.



Close Ads X