Trump: Saya Tidak Pernah Bekerja untuk Rusia!

Kompas.com - 15/01/2019, 06:13 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di istana Kepresidenan Helsinki, Finlandia, Senin (16/7/2018). AFP/BRENDAN SMIALOWSKIPresiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di istana Kepresidenan Helsinki, Finlandia, Senin (16/7/2018).

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya memberikan pernyataan tegas menanggapi kabar yang menyebut dirinya memiliki hubungan dengan pemerintah Rusia dan bekerja untuk Kremlin.

Bertempat di halaman Gedung Putih yang tertutup salju, pada Senin (14/1/2019), Trump menegaskan bahwa dirinya tidak dan tidak akan pernah menjadi agen Rusia.

"Saya tidak pernah bekerja untuk Rusia. Ini sungguh memalukan sampai Anda menanyakan hal itu. Itu semua hanyalah sebuah kebohongan besar," ujarnya.

Pernyataan Trump itu disampaikan menyusul adanya dua pemberitaan, oleh The New York Times dan The Washington Post.


Baca juga: Trump Disebut Membantu Putin Mengacaukan AS

Pemberitaan pertama, dari The New York Post bahwa FBI telah memulai penyelidikan terhadap Trump untuk memastikan apakah dia telah bertindak atas kepentingan Rusia setelah dirinya menjabat sebagai presiden AS.

Sementara The Washington Post memaparkan apa yang disebutnya sebagai upaya tidak biasa yang diambil Trump untuk menyembunyikan isi percakapannya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Dalam laporannya, The Washington Post mengatakan bahwa Trump secara pribadi telah meminta catatan yang dibuat penerjemah selama pertemuan empat matanya dengan Putin.

Trump juga diduga memerintahkan penerjemah untuk tidak membocorkan isinya.

Informasi dalam dua pemberitaan tersebut, dikatakan merupakan hasil investigasi yang dilakukan jaksa khusus, Robert Mueller, yang juga sedang menyelidiki upaya Rusia dalam mempengaruhi pemilu AS pada 2016.

Sementara Gedung Putih, melihat bahwa isu tentang Trump yang beredar belakangan sebagai wujud politisasi FBI.

Trump juga berulang kali menyebut penyelidikan atas hubungannya dengan Rusia sebagai bentuk "perburuan penyihir".

Meski demikian, Partai Demokrat dan sebagian dari Republik telah berulang kali mengatakan bahwa sejumlah kebijakan pemerintahan Trump anehnya menguntungkan Rusia.

Baca juga: Eks Pengacara Trump Beberkan Bukti Intervensi Rusia dalam Pilpres 2016

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X