Kompas.com - 14/01/2019, 15:52 WIB

Remaja tersebut diketahui telah mengenal beberapa orang di sana dan menghubungi mereka.

Dalam beberapa hari ke depan, perwakilan Costi akan membantunya membuka rekening bank dan mengurus berbagai hal administrasi sebelum mencarikan rumah permanen baginya.

Untuk sementara, dia tinggal di dalam sebuah fasilitas dengan penjagaan. Costi juga meminta Rahaf untuk merahasiakan alamat tempat tinggalnya kini.

NPR mengabarkan, dalam kicauan pertamanya di Twitter, Rahaf menyatakan bahwa Kedutaan Besar Saudi memaksanya untuk pulang ke rumah.

"Saya takut, keluarga saya akan membunuh saya," tulisnya di cuitan lainnya.

Baca juga: Gadis 18 Tahun yang Kabur dari Arab Saudi Diberi Suaka oleh Kanada

Dia mengaku mendapat kekerasan fisik dari anggota keluarganya dan dipaksa menikah dengan seseorang.

Pemanfaatan Twitter oleh Rahaf membuatnya berhasil mengumpulkan puluhan ribu pengikut dalam waktu sepekan.

Seruan penolakannya kembali ke Saudi melalui media sosial memungkinkannya untuk menghindari nasib tragis pengungsi lainnya yang diam-diam dikembalikan ke rumah atau malah dibiarkan merana di pusat penahahan Bangkok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP,NPR
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.