Kompas.com - 03/01/2019, 12:58 WIB

Di saat bersamaan, Soviet mulai pecah dengan banyak wilayahnya memerdekakan diri dengan Rusia menjadi entitas negara tersendiri pada 1991.

"Soviet memulai proses penghancuran dirinya sendiri ketika menginvasi Afghanistan," ujar sejarawan Niall Ferguson melalui artikelnya di Newsweek pada 2009.

Trump mengucapkan alasan itu setelah dia dilaporkan mempertimbangkan untuk menarik setengah dari 14.000 pasukan di Afghanistan.

Kabar itu terjadi setelah di saat bersamaan Trump mengumumkan bakal memulangkan 2,000 tentara AS yang bertugas di Suriah.

Dalam pengumumannya melalui Twitter 19 Desember lalu, Trump mengklaim memperoleh kemenangan melawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Baca juga: Selain Suriah, Trump Bakal Tarik Pasukan AS dari Afghanistan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber Newsweek


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.