Moch S. Hendrowijono
Pengamat Telekomunikasi

Mantan wartawan Kompas yang mengikuti perkembangan dunia transportasi dan telekomunikasi.

Mekkah dan Madinah Kini “Ijo Royo-royo"

Kompas.com - 24/12/2018, 14:07 WIB
Kota Suci Makkah ShutterstockKota Suci Makkah

MEREKA yang pernah berhaji atau umrah sebelumnya, lalu ke Haramain Desember tahun 2018, akan menyaksikan perubahan kasat mata yang menakjubkan.

Tidak hanya dari akibat kebijakan Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad Bin Salman (MBS) yang membolehkan kaum wanita mengemudi mobil, yang juga boleh bekerja di perusahaan yang berkaitan dengan layanan publik, seperti penjualan.

Ada yang sangat terasa, perubahan tampilan gurun pasir, bukit-bukit batu di sekitaran Kota Mekkah dan Madinah, yang kini “ijo royo-royo”. Rumput, perdu, tumbuh di mana-mana sampai ke puncak bukit yang sebelumnya gersang dan berbatu.

Gambaran bahwa negeri Arab adalah negeri gurun pasir sirna sama sekali. Pepohonan tumbuh – masih dalam ukuran pendek – di sepanjang sisi jalan raya antara Mekkah dan Madinah sepanjang 480-an kilometer. Pemandangan yang sama sekali belum pernah terjadi sejak belasan abad lalu.

Dua dekade lalu, seorang sahabat yang tinggal di Jeddah berceritera, ketika ia pulang kampung ke Wonogiri pertama kali setelah merantau lebih dari 10 tahun, anak-anaknya yang lahir di Saudi takjub melihat hujan. Boleh dikata seumur hidup mereka tidak pernah merasakan kehujanan dan melihat air mengucur deras dari langit.

Kadang kali terjadi Masjidil Haram kebanjiran. Pernah ketika sebagian jemaah haji masih ada di Padang Arafah, hujan turun deras yang bahkan membawa batu dan kerikil dari puncak bukit di sekitarnya.

Namun tak sampai esoknya, bekas hujan tidak tampak lagi, terserap oleh gurun yang haus air. Itu pula sebabnya kenapa kota-kota di Saudi itu tidak punya selokan di sepanjang sisi jalannya, karena semua air hujan langsung ditelan bumi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setidaknya sejak tiga bulan terakhir ini, hujan sering membasahi Tanah Suci, membawa banjir di kota-kota. Dan, ketika air hujan sudah membuat bumi basah kuyup, tumbuhan pun mulai muncul.

Kini Mekkah dan Madinah mulai memiliki pemandangan kehijauan, tidak lagi gurun pasir gersang yang memantulkan panas terik.

Perubahan demi perubahan terjadi, tetapi kebanyakan merupakan hasil kerja manusia. Hujan ini karunia Allah, yang bahkan sesekali mengirimkan hujan salju, yang jelas menghapus derita akibat badai pasir seperti sebelumnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.