Soal Aksi Protes Rompi Kuning, Trump Salahkan Perjanjian Iklim Paris

Kompas.com - 09/12/2018, 10:32 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara selama pengarahan Dewan Keamanan PBB di Markas PBB di New York, Rabu (26/9/2018). (AFP/Don Emmert)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara selama pengarahan Dewan Keamanan PBB di Markas PBB di New York, Rabu (26/9/2018). (AFP/Don Emmert)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyalahkan perjanjian iklim Paris terhadap aksi protes massa rompi kuning di Perancis.

Seperti diketahui, dalam beberapa pekan terakhir, massa yang mengenakan rompi kuning menggelar unjuk rasa untuk memprotes kebijakan pajak bahan bakar dan kenaikan biaya hidup.

Melalui kicauan di Twitter, Sabtu (8/12/2018), Trump menilai Perjanjian Paris tidak berjalan dengan baik dan kerusuhan terjadi di seluruh Perancis.

Baca juga: Bentrok dengan Massa Rompi Kuning, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

"Rakyat tidak mau membayar uang dalam jumlah besar, banyak ke negara-negara dunia ketiga (yang masih dipertanyakan) untuk kemungkinan melindungi lingkungan," tulisnya.

"Mereka meneriakkan 'Kami ingin Trump'. Saya cinta Paris," imbuhnya.

Pada kicauan selanjutnya, Trump menyatakan sudah waktunya untuk mengakhiri Perjanjian Paris yang dinilainya konyol dan sangat mahal.

"Mungkin sudah waktunya mengakhiri Perjanjian Paris yang konyol dan sangat mahal, serta mengembalikan uang kepada rakyat dalam bentuk pajak lebih rendah," kicaunya.

"AS jauh di depan kurva itu dan satu-satunya negara besar dengan emisi turun pada tahun lalu," imbuhnya.

Tahun lalu, Trump mengumumkan bahwa AS mundur dari perjanjian iklim Paris 2015 tentang menjaga kenaikan temperatur global di bawah 2 derajat Celcius dan berupaya membatasinya pada 1,5 derajat Celcius.

Di sisi lain, klaim Trump itu dibantah oleh warganet asal Perancis. Menurut mereka, tidak ada orang dalam unjuk rasa yang menyebut nama Trump atau pun menggelar protes untuk kesepakatan Paris.

"Saya tinggal di Paris. Protes bukan untuk perjanjian Paris tapi tentang biaya hidup. Juga, tidak ada yang meneriakkan hal itu. Maaf," tulis

Baca juga: Hadapi Massa Rompi Kuning, Perancis Kerahkan Kendaraan Lapis Baja

Diwartakan Evening Standard, Polisi Paris menembakkan air dengan water cannon kepada pengunjuk rasa rompi kuning yang melemparkan dan menyalakan api di distrik perbelanjaan utama Paris.

Bentrokan menyebar di sekitar kota saat massa berupaya mencapai istana dan menuntut Presiden Perancis Emmanuel Macron untuk mundur.

Ada lebih dari 500 orang yang ditangkap di Paris, meski tidak ada korban cedera yang dilaporkan

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X