Penasihat MBS Disebut Ikut Siksa Aktivis Perempuan Arab Saudi

Kompas.com - 07/12/2018, 16:31 WIB
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman saat berpidato di forum investasi internasional, Future Investment Initiative (FII) di Riyadh, Rabu (24/10/2018).AFP / BANDAR AL-JALOUD / SAUDI ROYAL PALACE Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman saat berpidato di forum investasi internasional, Future Investment Initiative (FII) di Riyadh, Rabu (24/10/2018).

RIYADH, KOMPAS.com - Salah seorang ajudan Pangeran Mohammed bin Salman dituduh menghawasi proses penyiksaan salah seorang aktivis perempuan Arab Saudi yang ditahan awal tahun ini.

Situs berita Middle East Eye mengutip kantor berita Reuters yang pada Kamus (6/12/2018) menurunkan laporannya.

Kantor berita Reuters yang mengutip dua sumber yang dekat dengan masalah ini mengabarkan, Saud al-Qahtani hadir dalam proses penyiksaan di salah satu penjara di Arab Saudi.

Baca juga: Adik MBS Kembali ke AS di Tengah Mencuatnya Kasus Khashoggi

Seorang sumber mengatakan, enam orang pria memerintahkan agar perempuan itu bersama tiga orang lainnya disiksa di sebuah lokasi di kota Jeddah antara Mei dan Agustus lalu.

Reuters menambahkan, keenam pria yang terlibat dalam penyiksaan ini sebenarnya tidak bertugas untuk memeriksa aktivis perempuan itu.

Keenam orang tersebut sebenarnya adalah anggota Federasi Keamanan Siber, Pemrograman, dan Drones Arab Saudi.  Badan ini diketuai Saud al-Qahtani.

Kedua sumber yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, Al-Qahtani berada di dalam ruangan pemeriksaan. Sementara satu dari keempat tahanan itu menjalani penyiksaan.

Saud al-Qahtani adalah penasihat Pangeran MBS yang belum lama ini dipecat dari jabatannya karena dituduh terlibat dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Dia juga menjadi satu dari belasan warga Saudi yang terkena sanksi dari AS dan Kanada juga terkait pembunuhan Khashoggi.

Reuters menambahkan, tak bisa menghubungi Al-Qahtani sejak dia dipecat dari jabatannya. Namun, seorang pejabat Saudi mengatakan, tuduhan terhadap Al-Qahtani tak bisa dibuktikan kebenarannya.

"Para tahanan ditahan berdasarkan tuduhan terkait membahayakan keamanan dan stabilitas negara," ujar pejabat itu.

Pejabat tersebut menambahkan, selama ditahan para aktivis itu diperlakukan dengan baik. Mereka juga mendapatkan jaminan kesehatan, kunjungan keluarga, dan hak mendapatkan pembelaan hukum.

Baca juga: Pembunuhan Khashoggi, Turki Berniat Menangkap Dua Sekutu MBS

Namun, pernytaan ini diragukan Amnesti Internasional yang bulan lalu melaporkan adanya penyiksaan terhadap para aktivis HAM di Arab Saudi.

Amnesti Internasional, yang mengutip sejumlah kesaksian, menyebut bahwa penyiksaan itu dilakukan di penjara Dhahban, Jeddah.


Terkini Lainnya

Survei Litbang Kompas, 7 Parpol Terancam Tak Lolos ke Senayan

Survei Litbang Kompas, 7 Parpol Terancam Tak Lolos ke Senayan

Nasional
Gubernur Olly: Pembangun Iman Harus Berdampak ke Daerah dan Negara

Gubernur Olly: Pembangun Iman Harus Berdampak ke Daerah dan Negara

Regional
Bagikan 'Solar Cell' ke Warga, Seorang Caleg di Kupang Jadi Tersangka

Bagikan "Solar Cell" ke Warga, Seorang Caleg di Kupang Jadi Tersangka

Regional
Tak Ada Pengaruh Elektoral dari Prabowo-Sandiaga, Ini Taktik Demokrat

Tak Ada Pengaruh Elektoral dari Prabowo-Sandiaga, Ini Taktik Demokrat

Nasional
Cerita Perawat di Ragunan yang Dampingi Siamang Sakit...

Cerita Perawat di Ragunan yang Dampingi Siamang Sakit...

Megapolitan
Debat Cawapres dalam Isu Kesehatan Miskin Gagasan

Debat Cawapres dalam Isu Kesehatan Miskin Gagasan

Nasional
Seputar Sidang Korupsi Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan: Libatkan 2 Bupati hingga Minta Pindah Tahanan

Seputar Sidang Korupsi Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan: Libatkan 2 Bupati hingga Minta Pindah Tahanan

Regional
Plt Ketum PPP Optimistis Partainya Tembus Ambang Batas Parlemen

Plt Ketum PPP Optimistis Partainya Tembus Ambang Batas Parlemen

Nasional
Petugas Evakuasi Sarang Tawon Vespa Affinis di Duren Sawit

Petugas Evakuasi Sarang Tawon Vespa Affinis di Duren Sawit

Megapolitan
Ada di Purwokerto, Pasar Tradisional dengan Pengelolaan Terbaik di Indonesia

Ada di Purwokerto, Pasar Tradisional dengan Pengelolaan Terbaik di Indonesia

Regional
Taufik Mempertanyakan Menteri Basuki yang Tak Paham Naturalisasi

Taufik Mempertanyakan Menteri Basuki yang Tak Paham Naturalisasi

Megapolitan
Survei Litbang Kompas: PDI-P 26,9 Persen, Gerindra 17 Persen

Survei Litbang Kompas: PDI-P 26,9 Persen, Gerindra 17 Persen

Nasional
BPN: Elektabilitas Jokowi di Bawah 50 Persen, Pertanda Baik bagi Prabowo

BPN: Elektabilitas Jokowi di Bawah 50 Persen, Pertanda Baik bagi Prabowo

Nasional
Kisah Penjual Martabak Mini Menabung Rp 10.000 Per Hari demi Bangun Mushala untuk Anak-anak (1)

Kisah Penjual Martabak Mini Menabung Rp 10.000 Per Hari demi Bangun Mushala untuk Anak-anak (1)

Regional
Penderita TBC 'Kebal Obat' Meningkat di Kulon Progo

Penderita TBC "Kebal Obat" Meningkat di Kulon Progo

Regional

Close Ads X