Gesper Berbentuk Granat Bikin Geger Dua Stasiun Kereta Api di Spanyol

Kompas.com - 07/11/2018, 19:30 WIB
Foto hasil pemindaian barang bawaan penumpang yang diunggah Mossos, polisi Catalonia, ke Twitter. TWITTER / @mossosFoto hasil pemindaian barang bawaan penumpang yang diunggah Mossos, polisi Catalonia, ke Twitter.

BARCELONA, KOMPAS.com - Sebuah gesper berbentuk granat tangan yang dibawa dalam koper salah seorang penumpang kereta api memicu dilakukannya evakuasi di dua stasiun di Spanyol.

Insiden tersebut terjadi di Stasiun Sants, Barcelona dan Stasiun Atocha di Madrid, pada Rabu (7/11/2018).

Petugas keamanan stasiun di Stasiun Sants, Barcelona, yang melakukan pemindaian barang bawaan penumpang melihat adanya objek berbentuk menyerupai granat dalam tas seorang penumpang perempuan kereta api tujuan Madrid.

Sebagian besar stasiun kereta api di Spanyol memberlakukan pemeriksaan barang bawaan calon penumpang dengan mesin pemindai.


"Mereka melihat dari mesin pemindai sebuah objek yang mungkin merupakan benda yang dapat meledak," kata juru bicara kepolisian Barcelona kepada AFP.

Baca juga: Tidur di Lantai Bandara Spanyol, 6 Awak Kabin Ryanair Dipecat

Dalam foto yang diunggah kepolisian Mossos Catalonia ke media sosial Twitter menunjukkan dengan jelas sebuah objek logam berbentuk granat yang ada di dalam tas yang sedang dipindai.

Setelah melihat hasil pemindaian tersebut, polisi memutuskan untuk mengevakuasi penumpang di dua kereta api cepat di stasiun. Namun mereka tidak menemukan benda mencurigakan yang dimaksud.

"Kemudian kami berpikir bahwa penumpang yang membawa benda mencurigakan itu bisa berada di kereta yang sedang menuju ke Madrid. Kami pun memperingatkan polisi nasional," tambah juru bicara tersebut.

Di Madrid, polisi telah bersiap membuat zona pengamanan di sebagian peron di Stasiun Atocha, yang sempat terjadi serangan teror pada 2004 dan menewaskan 191 orang akibat ledakan di kereta api komuter.

Saat kereta yang dimaksud tiba, petugas segera memeriksa bagasi penumpang dan menemukan bahwa benda mencurigakan yang dikhawatirkan adalah benda eksplosif ternyata hanya sebuah gesper berbentuk granat.

Baca juga: PM Spanyol: Batal Kirim Senjata ke Saudi Bisa Picu Pengangguran

Tidak jelas mengapa petugas keamanan di Barcelona membiarkan penumpang naik ke kereta jika mereka menemukan adanya objek mencurigakan di dalam barang bawaan penumpang.

Adif, perusahaan negara yang mengelola stasiun dan infrastruktur kereta api di Spanyol mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki insiden ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X