Tanzania Mulai Perburuan Kaum Gay, Warga Serahkan Ribuan Nama

Kompas.com - 02/11/2018, 13:54 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

DAR ES SALAAM, KOMPAS.com - Para anggota komunitas LGBT di Tanzania dilaporkan resah setelah pemerintah setempat mencanangkan bakal memburu mereka.

Diwartakan The Independent Kamis (1/11/2018), otoritas mengklaim telah mendapat ribuan nama yang dicurigai sebagai gay dari warga.

Baca juga: Pemerintah Tanzania Canangkan Perburuan Kaum Gay

Gubernur Dar Es Salaam Paul Makonda telah berjanji bakal memenjarakan massal para komunitas LGBT. Dia menyebut telah membentuk sebuah komite kuat.

Komite beranggotakan 17 orang dari berbagai unsur seperti polisi, pengacara, hingga dokter itu dibentuk untuk mengidentifikasi homoseksual.

Komite tersebut bakal menyisir internet untuk mengenali video yang disinyalir menunjukkan aktivitas homoseksual, dan memperingatkan untuk menghapus "gambar seks mereka".

Makonda mengaku kebijakannya mendapat respon 18.000 pesan berisi dukungan dari masyarakat yang resah dengan "aksi bermoral rendah" itu.

"Sebagian dari mereka menyerahkan nama orang-orang yang mereka anggap sebagai homoseksual," ujar sekutu dekat Presiden John Magufuli itu.

"Mereka (pelaku LGBT) telah menunjukkan jati diri mereka di internet. Beri kami nama mereka, dan kami bakal segera menangkapnya," lanjutnya.

Makonda mengaku aksinya bakal mendapat kecaman dari komunitas internasional. "Namun, bagi saya lebih baik membuat marah negara lain daripada membuat Tuhan murka," tegasnya.

CNN melaporkan sesuai peraturan di Tanzania, warga yang kedapatan merupakan homoseksual bakal dipenjara selama 30 tahun.

Sementara di negara seperti Mauritania, Sudan, Somalia, maupun kawasan utara Nigeria, pelaku LGBT terancam mendapat hukuman mati.

Tahun lalu, pemerintah Tanzania memulai operasi penangkapan maupun pengusiran aktivis hak LGBT setelah Magufuli menyebutnya sebagai perilaku amoral.

Kementerian Luar Negeri mewanti-wanti para pelancong negara asing bahwa pasangan sesama kelamin dilarang berkunjung ke sana.

Sebab, jika mereka berciuman atau berpegangan tangan di tempat publik, maka otoritas setempat bakal langsung menangkap mereka.

Baca juga: Mahathir Mohamad: Malaysia Tak Bisa Menerima Kultur LGBT



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X