Mahathir Mohamad: Malaysia Tak Bisa Menerima Kultur LGBT

Kompas.com - 21/09/2018, 17:09 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad saat menyampaikan pesan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H. (Facebook/Dr. Mahathir bin Mohamad) Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad saat menyampaikan pesan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H. (Facebook/Dr. Mahathir bin Mohamad)

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berkata, negaranya tak bisa menerima kultur lesbian, gay, biseksual, dan transgender ( LGBT).

Pernyataan itu diungkapkan setelah dia memimpin Komite Kabinet Anti-korupsi keempat Jumat (21/9/2018), dilaporkan oleh The Star.

PM berusia 93 itu menuturkan, dia telah menerima dan menghormati rekomendasi dari Komisi Hak Asasi Malaysia (Suhakam). Namun, tak semua rekomendasi itu bakal dijalankan.

Baca juga: Mahathir Kecam Pencambukan Dua Perempuan Lesbian di Terengganu


Di antaranya adalah LGBT serta pernikahan sesama jenis. Mahathir berujar, Malaysia berbeda dengan negara Barat yang lebih bebas.

"Ada beberapa konsep yang tidak bisa diterima di sini meski hal itu dikategorikan HAM di Barat seperti LGBT dan pernikahan sejenis. Prinsip kami akan keluarga tetaplah sama," paparnya.

PM tertua dunia itu menjelaskan, konsep keluarga yang tetap dianut adalah sepasang pria dan perempuan yang telah menikah dan anak mereka, baik kandung maupun adopsi.

"Namun dua pria maupun dua perempuan yang bersama tentu tak bisa digolongkan sebagai sebuah keluarga," tutur PM yang pernah berkuasa di peridoe 1981-2003 itu.

Juli lalu, Suhakam mengeluarkan rekomendasi bahwa pemerintah harus berpihak kepada semua warga tanpa adanya diskriminasi dan menjunjung prinsip kesetaraan.

New Straits Times mewartakan, imbauan itu termasuk komunitas LGBT yang juga berhak mendapat pelayanan di bidang pendidikan, kepegawaian, maupun kesehatan.

Channel News Asia melaporkan, aktivis LGBT menyuarakan kekhawatiran bahwa mereka mendapat perlakuan tak menyenangkan baik dari masyarakat maupun pemerintah.

Awal September ini, dua perempuan mendapat hukuman cambuk di Pengadilan Syariah Terengganu karena mereka diyakini sebagai lesbian.

Mahathir mengecamnya melalui tayangan video dengan berkata hukuman tersebut tidak menunjukkan nilai keadilan dan kasih sayang dalam Islam.

Agustus lalu, sebuah bar gay di Kuala Lumpur diserbu polisi dan sebuah organisasi massa (ormas). Sementara di Seremban, seorang transgender disiksa sekelompok orang.

Baca juga: Sebut LGBT Tidak Produktif, Partai Berkuasa Jepang Dihujani Kecaman

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
DPR AS Bakal Rilis 2 Pasal Pemakzulan Trump, Apa Saja?

DPR AS Bakal Rilis 2 Pasal Pemakzulan Trump, Apa Saja?

Internasional
Berhubungan Seks di Mobil, Pasangan di Ukraina Ditembak dan Dikubur Hidup-hidup oleh Pencuri

Berhubungan Seks di Mobil, Pasangan di Ukraina Ditembak dan Dikubur Hidup-hidup oleh Pencuri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X