Kompas.com - 24/10/2018, 23:45 WIB
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman saat berpidato di forum investasi internasional, Future Investment Initiative (FII) di Riyadh, Rabu (24/10/2018). AFP / BANDAR AL-JALOUD / SAUDI ROYAL PALACEPutra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman saat berpidato di forum investasi internasional, Future Investment Initiative (FII) di Riyadh, Rabu (24/10/2018).

RIYADH, KOMPAS.com — Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman untuk pertama kalinya menyampaikan pendapatnya terkait kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Dalam pidatonya di forum Future Investment Initiative (FII) di Riyadh, Rabu (24/10/2018), MBS, sapaan putra mahkota, mengecam tindakan pembunuhan tersebut dan menyebutnya sebagai insiden yang menjijikkan.

MBS juga menegaskan bahwa pihak Kerajaan Saudi akan siap bekerja sama dengan pemerintah Turki untuk mengungkap kasus ini.

"Kejahatan itu sangat menyakitkan bagi semua warga Saudi. Dan itu menyakitkan, keji bagi setiap umat manusia di dunia," kata Pangeran Mohammed.

"Mereka yang berada di balik kejahatan ini akan bertanggung jawab.. pada akhirnya keadilan akan menang," lanjutnya dilansir AFP.

Baca juga: Dibayangi Skandal Khashoggi, MBS Selfie di Konferensi Investasi

Pernyataan MBS itu dibuat di tengah kecaman banyak pihak terhadap Kerajaan Saudi yang dianggap menutup-nutupi kasus ini, serta dugaan adanya keterlibatan sang putra mahkota terhadap pembunuhan Khashoggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Pangeran Mohammed justru menegaskan bahwa Arab Saudi akan bekerja sama dengan otoritas Turki dalam penyelidikan kasus ini.

"Banyak yang mencoba memanfaatkan kasus Khashoggi untuk membuat ganjalan antara Saudi dan Turki."

"Tetapi, mereka tidak akan berhasil selama masih ada raja bernama Salman dan putra mahkota yang bernama Mohammed bin Salman," ujar MBS.

Jurnalis The Washington Post, Jamal Khashoggi, dilaporkan hilang pada 2 Oktober lalu setelah memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul.

Polisi Turki menyebut Khashoggi telah diinterogasi, disiksa, dibunuh, dan dimutilasi hingga jenazahnya dihilangkan dengan cairan asam.

Dua pekan setelahnya, Pemerintah Saudi mengumumkan bahwa Jamal Khashoggi telah dibunuh di konsulatnya akibat bertikai dengan sekelompok orang.

Kerajaan juga mengklaim telah menahan 15 orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.

Banyak yang berspekulasi bahwa petinggi kerajaan Saudi memiliki keterlibatan dalam kasus ini serta mendesak pengungkapan hingga sedetail-detailnya.

Baca juga: Pangeran MBS Diklaim Tak Tahu Apapun soal Kematian Jamal Khashoggi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.