Kompas.com - 24/10/2018, 18:12 WIB
Dalam foto yang dirilis pada Selasa (23/10/2018), putra mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman melakukan selfie dengan seorang pria di konferensi Inisiatif Investasi Masa Depan (FII) di Riyadh. Di sebelah MBS nampak miliarder Pangeran Al-Walid bin Talal, yang pernah ditangkap dalam operasi pemberantasan korupsi tahun lalu. AFP/BANDAR AL-JALOUDDalam foto yang dirilis pada Selasa (23/10/2018), putra mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman melakukan selfie dengan seorang pria di konferensi Inisiatif Investasi Masa Depan (FII) di Riyadh. Di sebelah MBS nampak miliarder Pangeran Al-Walid bin Talal, yang pernah ditangkap dalam operasi pemberantasan korupsi tahun lalu.
|

RIYADH, KOMPAS.com - Skandal pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi agaknya tidak mengganggi keseharian dan kegiatan Pangeran Mohammed bin Salman.

Setidaknya itulah yang terlihat saat pria berjuluk MBS itu melakukan kunjungan mendadak ke konferensi investasi internasional di Riyadh, Selasa (23/10/2018).

Saat muncul di hotel Ritz yang menjadi ajang KTT Inisiatif Investasi Masa Depan (FII), MBS mendapatkan "standing ovation" dari para tamu yang menghadiri acara tersebut.

Baca juga: Turki Serahkan Bukti Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi kepada CIA

Tak hanya itu, para tetamu langsung mengerumuni sang pangeran muda yang terus menebar senyum dan melayani permintaan selfie.

MBS terus tersenyum lebar meski ajang internsional ini menjadi kehilangan gregetnya akibat skandal pembunuhan Jamal Khashoggi.

Pembunuhan itu membuat sejumlah menteri perekonomian Eropa dan para CEO perusahaan ternama dunia membatalkan kehadiran mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di antara yang tidak hadir adalah menteri perekonomian Perancis, Jerman, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat.

Tak hanya itu, skandal yang dimulai setelah hilangnya Khashoggi setelah memasuki konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober lalu ikut "mengguncang" hubungan negeri itu dengan AS yang secara tradisional amat kuat.

Presiden AS Donald Trump yang memposisikan diri sebagai sekutu terdekat Riyadh memang terlihat ragu menuding Saudi terlibat dalam kematian Khashoggi.

Meski demikian, Trrump memperingatkan konsekuensi yang akan dihadapi Riyadh jika terbukti bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.

Sejauh ini, pemerintah Arab Saudi bersikukuh tidak mengetahui rencana pembunuhan Khashoggi dan berjanji para pelaku pembunuhan akan mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Baca juga: Iran Diuntungkan dari Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

Di sisi lain, meski memutuska tak hadir dalam FII, Menteri Keuangan Steven Mnuchin dikabarkan akan hadir dalam pertemuan di membahas upaya mengejar pendanaan teroris yang akan digelar di Riyadh akhir bulan ini.

Di saat yang sama, pemerintah Perancis, Jerman, dan Inggris membatalkan semua perjalanan politik ke Arab Saudi terkait masalah pembunuhan Khashoggi.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Newsweek
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.