Ajukan Kepemilikan Senjata Api di Belanda Harus Menyebut Ras dan Agama

Kompas.com - 27/09/2018, 21:24 WIB
Ilustrasi senjata api. THINKSTOCKIlustrasi senjata api.

AMSTERDAM, KOMPAS.com - Pemerintah Belanda berencana mengharuskan seseorang yang mengajukan izin kepemilikan senjata api untuk mendaftarkan ras dan agamanya.

Penambahan persyaratan itu masuk dalam rancangan undang-undang yang akan diperkenalkan di majelis rendah parlemen Belanda pada bulan depan.

Persyaratan tersebut dibutuhkan negara untuk mengumpulkan informasi seputar pandangan politik dan filosofi pemohon.

Perubahan persyaratan itu dibuat untuk memenuhi aturan Eropa dalam memperketat kepemilikan senjata api, yang dipicu serangkaian serangan dalam beberapa tahun terakhir yang dituding melibatkan kelompok ekstremis Islam.

Namun rencana itu menuai kritik sejumlah pihak, termasuk dari partai koalisi pemerintah, CDA dan D66.

Baca juga: Angkatan Laut AS Cegat Pengiriman Ratusan Senjata Api di Yaman

Kritik menyebut pihak kabinet, yang mengusulkan perubahan undang-undang, telah melampaui persyaratan yang ditetapkan Uni Eropa.

Monice den Boer, anggota parlemen dari partai liberal, D66, mengatakan pada surat kabar harian, De Volkskrant, negara tidak seharusnya melewati batas privasi itu.

Menurutnya, persyaratan minimum yang disampaikan Uni Eropa juga tidak menyebut tentang kedua hal tersebut.

"Kami tidak akan mempromosikan diskriminasi dan profil etnis, sehingga menurut saya detail pribadi khusus ini seharusnya dihapuskan," ujar den Boer dilansir dari SCMP.

Kritikan juga disampaikan Chris van Dam dari partai CDA, yang mengatakan penerapan persyaratan itu akan memicu situasi yang tidak terduga di masyarakat.

Halaman:


Sumber SCMP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X