Kompas.com - 18/09/2018, 09:31 WIB
Warga Seoul di stasiun kereta api menyaksikan pada layar kaca momen Presiden Korea Selatan Moon Jae-in tiba di bandara Pyongyang dan disambut oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. (AFP/Jung Yeon-je) Warga Seoul di stasiun kereta api menyaksikan pada layar kaca momen Presiden Korea Selatan Moon Jae-in tiba di bandara Pyongyang dan disambut oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. (AFP/Jung Yeon-je)

PYONGYANG, KOMPAS.com — Untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade terakhir, Presiden Korea Selatan menginjakkan kaki di ibu kota Korea Utara.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan istrinya, Kim Jung-sook, tiba di Pyongyang pada Selasa (18/9/2018) pagi.

CNN mengabarkan, kedatangan mereka langsung disambut oleh Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Ibu Negara Ri Sol Ju.

Di tengah kerumunan warga sipil yang bersorak-sorai, Kim dan Moon saling berjabat tangan serta berpelukan.

Baca juga: Surati Trump, Kim Jong Un Inginkan Pertemuan Bersejarah Jilid II

Keduanya dan istri mereka masing-masing kemudian mengobrol sebentar, sebelum kemudian dua anak memberikan rangkaian bunga kepada Moon.

Kunjungan Moon ke Korea Utara akan berlangsung selama tiga hari. Tak hanya ditemani sang istri, Moon juga membawa rombongan bintang K-pop, pelaku bisnis, termasuk pimpinan Samsung Jay Y Lee.

Meski kedua pemimpin pernah bertemu dua kali, kali ini merupakan yang pertama kalinya sejak 2007 presiden Korea Selatan berkunjung ke Korea Utara.

"Apa yang saya inginkan untuk dicapai adalah perdamaian," kicaunya di Twitter sebelum keberangkatannya ke Pyongyang.

"Bukan perubahan tentatif yang dapat berubah tergantung pada situasi internasional, tapi perdamaian tetap, permanen, dan tak tergoyahkan, terlepas dari apa yang terjadi di arena global," imbuhnya.

Laporan dari KCNA seperti dikutip dari AFP, pertemuan kedua pemimpin negara Semenanjung Korea itu akan menawarkan kesempatan penting untuk mempercepat perkembangan antar-Korea yang mencetak sejarah baru.

Baca juga: Kim Jong Un Ingin Denuklirisasi Sebelum Jabatan Trump Berakhir

Namun, analis justru pesimistis terhadap pertemuan Moon dan Kim kali ini.

"Pertemuan mungkin akan menghasilkan berita-berita yang hangat, tapi sedikit untuk mempercepat upaya denuklirisasi Korea Utara," demikian pernyataan Eurasia Group dalam pernyataan.

Menurut perusahaan konsultan itu, Kim diyakini akan lebih mendorong peningkatan kerja sama Korea Utara-Selatan terutama pada bidang ekonomi.

Terkait rombongan pelaku bisnis yang diajak ke Korut, kantor presiden Korsel menyebut masuknya para pengusaha bukanlah hal istimewa mengingat mereka telah berada di Pyongyang untuk pertemuan antar-Korea sebelumnya.



Sumber CNN,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X