Perempuan Korban Konflik di Sri Lanka Jual Ginjal untuk Bayar Utang

Kompas.com - 11/09/2018, 19:51 WIB
Ilustrasi utang fromdebttomillionaire.com, dok. HaloMoney.co.idIlustrasi utang

COLOMBO, KOMPAS.com - Para perempuan yang tinggal di bekas zona konflik di Sri Lanka kini harus berjuang untuk melunasi utang mereka, bahkan sampai harus menjual ginjal untuk membayar para lintah darat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh pakar independen PBB, Juan Pablo Bohoslavsky, melihat dampak konflik sipil selama puluhan tahun di Sri Lanka yang berakhir sembilan tahun lalu.

Dia menyebut banyak perempuan Sri Lanka yang menjadi janda akibat konflik dan harus bertahan hidup dengan berutang.

"Perempuan kerap mendapat kekerasan psikologis dan fisik dari para penagih utang," ujarnya dalam pernyataan usai mengunjungi negara kepulauan itu.

Baca juga: Tiru Filipina, Sri Lanka akan Mulai Hukum Mati Pelaku Pengedar Narkoba

"Saya bahkan sempat melihat kasus peminjam yang mencoba menjual organ ginjal mereka demi mendapat uang untuk membayar utang," lanjutnya tanpa memberi rincian lebih lanjut.

Melansir dari AFP, sebanyak puluhan ribu perempuan, termasuk janda perang akibat konflik berkepanjangan selama 37 tahun yang kini tinggal di Sri Lanka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Banyak dari para perempuan dan janda tersebut yang terpaksa meminjam dari rentenir. Bohoslavsky mengatakan suku bunga tahunan dari lintah darat bahkan dapat mencapai 220 persen.

Tidak hanya menuntun pembayaran utang dalam bentuk uang, para penagih utang juga kerap meminta pelayanan seks kepada para perempuan yang berutang kepada mereka.

Media lokal memberitakan bahwa puluhan perempuan yang hidup di bawah tekanan utang, kemudian memilih untuk bunuh diri.

Kurang dari dua bulan lalu, pemerintah Sri Lanka mengambil langkah intervensi dengan membebaskan utang untuk 200.000 perempuan yang tidak mampu membayar pinjamannya.

Selain itu, pemerintah telah membatasi suku bunga untuk pinjaman uang menjadi hanya sebesar 30 persen per tahun.

Meski demikian, menurut Bohoslavsky, pemerintah masih harus bertindak lebih jauh, dengan melunasi utang untuk para pria serta memberlakukan aturan ketat untuk pengajuan pinjaman.

Angka resmi pemerintah menunjukkan bahwa jumlah pinjaman keuangan mikro yang dimiliki warga Sri Lanka mencapai lebih dari 9 miliar rupee (sekitar Rp 825 miliar).

Perekonomian Sri Lanka juga belum pulih dari dampak konflik dengan hanya tumbuh 3,1 persen pada 2017, menjadi pertumbuhan paling rendah dalam 16 tahun terakhir.

Baca juga: Sri Lanka Kembali Larang Perempuan Konsumsi Minuman Keras



Sumber AFP
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X