Kompas.com - 25/08/2018, 20:47 WIB
Tentara Suriah memeriksa puing-puing bangunan, bagian dari kompleks Pusat Penelitian dan Penelitian Ilmiah di distrik Barzeh, utara Damaskus, saat tur media yang diselenggarakan Kementerian Informasi Suriah, Sabtu (14/4/2018). Amerika Serikat dan sekutunya, Perancis dan Inggris, melancarkan serangan ke Suriah sebagai respons terhadap dugaan serangan senjata kimia yang dilakukan Suriah di kota Douma pada 7 April lalu. AFP PHOTO/LOUAI BESHARATentara Suriah memeriksa puing-puing bangunan, bagian dari kompleks Pusat Penelitian dan Penelitian Ilmiah di distrik Barzeh, utara Damaskus, saat tur media yang diselenggarakan Kementerian Informasi Suriah, Sabtu (14/4/2018). Amerika Serikat dan sekutunya, Perancis dan Inggris, melancarkan serangan ke Suriah sebagai respons terhadap dugaan serangan senjata kimia yang dilakukan Suriah di kota Douma pada 7 April lalu.

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia merilis laporan bahwa kelompok pemberontak Suriah tengah menyiapkan sebuah provokasi serangan menggunakan senjata kimia.

Serangan itu nantinya bakal digunakan untuk memfitnah pemerintahan Presiden Bashar al-Assad, dan menjadi alasan Amerika Serikat (AS) melakukan operasi militer.

Dilansir AFP Sabtu (25/8/2018), juru bicara Kementerian Pertahanan Igor Konashenkov menyebut provokasi dilakukan kelompok Hayat Tahrir al-Sham.

Baca juga: AS Ancam Bakal Serang Suriah jika Assad Pakai Senjata Kimia

"Mereka mempersiapkan provokasi dengan menyasar komunitas yang begitu damai di Provinsi Idlib," terang Konashenkov.

Dia menuturkan, kelompok yang juga disebut Front Al-Nusra itu telah menyiapkan delapan tanki berisi klorin.

Tanki berisi senjata kimia diambil dari sebuah desa, dan dibawa menuju kota Jisr al-Shurghur yang berjarak lima kilometer.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kelompok tersebut berlatih menangani klorin di bawah pengawasan perusahaan swasta penyedia jasa militer Oliva.

"Kelompok itu melakukan simulasi penanganan korban serangan senjata kimia dengan menggunakan seragam White Helmets," kata Konashenkov.

Untuk memperkuat pernyataannya, Konashenkov menyatakan AS telah menyiagakan kapal penghancur kelas Arleigh Burke, USS The Sullivans.

Kapal tersebut mempunyai 56 rudal penjelajah, termasuk di antaranya rudal Aegis. "Mereka sudah berada di Teluk Persia beberapa hari lalu," tutur dia dilansir Russian Today.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.