Kompas.com - 25/08/2018, 20:47 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia merilis laporan bahwa kelompok pemberontak Suriah tengah menyiapkan sebuah provokasi serangan menggunakan senjata kimia.

Serangan itu nantinya bakal digunakan untuk memfitnah pemerintahan Presiden Bashar al-Assad, dan menjadi alasan Amerika Serikat (AS) melakukan operasi militer.

Dilansir AFP Sabtu (25/8/2018), juru bicara Kementerian Pertahanan Igor Konashenkov menyebut provokasi dilakukan kelompok Hayat Tahrir al-Sham.

Baca juga: AS Ancam Bakal Serang Suriah jika Assad Pakai Senjata Kimia

"Mereka mempersiapkan provokasi dengan menyasar komunitas yang begitu damai di Provinsi Idlib," terang Konashenkov.

Dia menuturkan, kelompok yang juga disebut Front Al-Nusra itu telah menyiapkan delapan tanki berisi klorin.

Tanki berisi senjata kimia diambil dari sebuah desa, dan dibawa menuju kota Jisr al-Shurghur yang berjarak lima kilometer.

Kelompok tersebut berlatih menangani klorin di bawah pengawasan perusahaan swasta penyedia jasa militer Oliva.

"Kelompok itu melakukan simulasi penanganan korban serangan senjata kimia dengan menggunakan seragam White Helmets," kata Konashenkov.

Untuk memperkuat pernyataannya, Konashenkov menyatakan AS telah menyiagakan kapal penghancur kelas Arleigh Burke, USS The Sullivans.

Kapal tersebut mempunyai 56 rudal penjelajah, termasuk di antaranya rudal Aegis. "Mereka sudah berada di Teluk Persia beberapa hari lalu," tutur dia dilansir Russian Today.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.