Penasihat AS: Krisis Turki-AS Selesai Saat Pendeta Kami Dibebaskan

Kompas.com - 23/08/2018, 16:35 WIB
Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton AFP/MANDEL NGANPenasihat Keamanan Nasional AS John Bolton

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat ( AS) John Bolton, krisis antara mereka dengan Turki bisa diakhiri dengan cara mudah.

Diwartakan Reuters via Hurriyet Rabu (22/8/2018), yang perlu dilakukan adalah membebaskan pendeta AS yang ditahan sejak 2016.

Dalam kunjungannya ke Israel, Bolton menyatakan bahwa pemerintah Turki telah salah langkah dengan tak membebaskan Pendeta Andrew Brunson.

Baca juga: AS Siap Jatuhkan Sanksi Lagi ke Turki jika Pendetanya Tak Dibebaskan


"Setiap hari, mereka selalu mempertahankan kesalahan. Padahal, krisis AS-Turki langsung berakhir begitu Pendeta Brunson dibebaskan," kata Bolton.

Penasihat 69 tahun itu menampik kabar bahwa AS bakal mempertanyakan status Turki di Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Bolton menyatakan, saat ini fokus Washington tidak saja membebaskan Brunson. Namun juga warga AS lainnya yang ditahan Turki.

Mantan Duta Besar untuk PBB itu juga mengomentari janji Qatar yang bakal memberikan investasi langsung 15 miliar dolar AS, atau Rp 219 triliun.

Pengumuman itu muncul setelah Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara.

Bolton mengaku skeptis dengan bantuan tersebut. "Saya pikir, investasi itu tak bakal berdampak langung ke ekonomi Turki," tutur dia.

Brunson, pendeta Gereja Presbyterian, ditangkap aparat Turki saat mengurus izin menjadi warga tetap pada Oktober 2016.

Pendeta 50 tahun asal Carolina Utara tersebut dituduh terlibat dalam upaya kudeta menggulingkan pemerintahan Erdogan yang kemudian digagalkan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Hurriyet
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Mabuk dan Gigit Polwan, Wanita Asal Selandia Baru Ini Dipenjara di Singapura

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X