Kompas.com - 18/08/2018, 08:30 WIB

SANTA MARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Kota Santa Marta, Kolombia, dilaporkan mengeluarkan larangan kepada warganya untuk tidak bercinta pada siang hari.

Diberitakan Newsweek, Jumat (17/8/2018), larangan itu diumumkan setelah serangan panas membuat temperatur meningkat menjadi 104 derajat Fahrenheit atau sekitar 40 derajat celsius.

Julio Salas, Sekretaris Kesehatan Santa Marta, menyatakan, setiap warga dilarang untuk berhubungan seks terutama saat siang.

Baca juga: Kesal Diminta Rp 800.000 usai Berhubungan Seks, Pensiunan Guru Bunuh Seorang Gadis

"Sebab, aktivitas tersebut jelas membuat kerja fisik cukup berat, dan membuat tekanan jantung Anda meningkat," papar Salas.

Aktivitas seksual tersebut membuat jantung berdetak 130 kali per menit. Asosiasi Jantung Amerika Serikat (AS) menyebut sama dengan menaiki dua anak tangga.

Salas melanjutkan, jika mereka mempunyai pendingin ruangan, maka tak masalah berhubungan seks di siang hari.

"Namun, jika tak punya pendingin ruangan, sebaiknya Anda menunggu malam hari terbenam atau malam ketika suhunya sudah lebih dingin," tuturnya.

Selain menghindari seks, Salas juga membeberkan setiap warga Santa Marta juga harus banyak minum air dan mengenakan pakaian tipis.

Mayo Clinic memberitakan, rumah sakit seantero Santa mulai menerima pasien yang mengeluhkan sakit kepala dan mual sebagai tanda kelelahan karena panas.

Laporan meningkatnya suhu dilaporkan terjadi di sejumlah kota dunia dalam beberapa bulan terakhir. Salah satunya di Jepang.

Temperatur di kota Kumagaya naik hingga 105,98 derajat Fahrenheit atau sekitar 41 derajat celsius, dan mengakibatkan 44 warganya meninggal.

Kemudian di Korea Selatan (Korsel), 42 orang tewas dan 3.400 harus mendapat perawatan ketika suhunya mencapai 103,28 derajat Fahrenheit.

Serangan panas juga menyebabkan sejumlah negara di Eropa mengalami kebakaran hutan. Di Yunani, kebakaran hutan menelan 96 korban jiwa.

Baca juga: Aktif Berhubungan Seks sampai Tua Bisa Tangkal Pikun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.