350 Surat Kabar di AS Kompak Mengutuk Serangan Trump terhadap Media

Kompas.com - 17/08/2018, 15:15 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di Manchester, New Hampshire, AS, Senin (19/3/2018). AFP/MANDEL NGANPresiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di Manchester, New Hampshire, AS, Senin (19/3/2018).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sekitar 350 surat kabar di Amerika Serikat pada Kamis (16/8/2018) kompak menyerukan kebebasan pers dan mengutuk serangan Presiden Donald Trump terhadap media.

CNN mengabarkan, seruan tersebut dimuat oleh seluruh koran pada bagian editorialnya masing-masing. Langkah ini pertama kali diusulkan oleh Boston Globe pada awal Agustus 2018.

"Seluruh aksi ini tidak anti-Trump. Ini benar-benar pro-pers," demikian editorial Boston Globe.

Baca juga: New York Times ke Trump: Jangan Panggil Jurnalis Musuh Masyarakat

Setiap surat kabar memuat editorial untuk mengkritik serangan Trump terhadap media di Washington dan New York, serta seluruh komunitas pers di AS.

Seperti diketahui, Trump pernah melontarkan kalimat yang melabelkan jurnalis sebagai "musuh masyarakat".

Di New Mexico, Valencia County News-Bulletin menulis respons terhadap pernyataan Trump itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami bukan musuh, kami adalah masyarakat," tulisnya.

Lembaga kebebasan pers menilai serangan Trump terhadap media merupakan ancaman. Namun, pendukung Trump berpendapat, pers sangat bias terhadap pemberitaan tentangnya.

Dalam polling terbaru oleh Quinnipiac menunjukkan, 65 persen warga AS menganggap media pemberitaan sebagai bagian penting dari demokrasi, bukan musuh.

Baca juga: Aksi Warga Turki Memprotes AS: Trump Menari Perut hingga Tisu Dolar

Akhir bulan lalu, Trump memperkirakan media yang disebutnya sebagai "Fake News" bakal hancur, saat dia menjabat menjadi presiden untuk periode kedua.

"Dalam tujuh tahun, sebelum masa jabatan saya berakhir, rating mereka bakal menurun, dan mereka bakal hancur!" kicaunya.

Seperti diketahui, sejak menjabat pada Januari 2017, pria berusia 72 tahun itu menyebut CNN, NBC News, dan New York Times sebagai Fake News karena laporannya dianggap tidak adil oleh Trump.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.