Jerman Hapus Larangan Penggunaan Simbol Nazi dalam Game

Kompas.com - 10/08/2018, 20:07 WIB
IlustrasiShutterstock Ilustrasi

BERLIN, KOMPAS.com - Badan Industri Jerman mengumumkan permainan video dan komputer akan diperbolehkan untuk menggunakan simbol-simbol Nazi, termasuk lambang swastika.

Hal tersebut menyusul dicabutnya larangan penggunaan simbol-simbol Nazi, setelah terjadi perdebatan terkait waralaba game Wolfenstein yang menampilkan latar belakang Perang Dunia II dan pertempuran melawan pasukan Reich Ketiga Jerman.

Game tersebut sebelumnya telah dianggap melanggar kode etik kriminal Jerman, yang tegas melarang penggambaran apa yang disebut dengan simbol anti-konstitusional, termasuk swastika Nazi.

Dalam game Wolfenstein II, tampilan Adolf Hitler telah diubah dengan menghapus kumisnya, sementara simbol swastika pada bendera Nazi diganti dengan simbol berbentuk segitiga.

Baca juga: Tak Selalu Buruk, Video Game Bisa Bantu Anak Obesitas Hidup Sehat

Hal tersebut ternyata memicu keributan di komunitas penggemar game dan menuntut agar game dapat diperlakukan layaknya sebuah film.

Untuk film, karena dianggap sebagai karya seni, maka dikecualikan dari larangan tersebut.

Film-film yang berlatar belakang zaman Perang Dunia II, meski memuat lambang-lambang Nazi, masih diizinkan untuk diputar di Jerman.

Menjawab tuntutan dari komunitas pengemar game, Badan Regulasi Perangkat Lunak Hiburan Jerman (USK), yang berwenang memberikan rating pada video permainan, akan bertugas menentukan apakah sebuah game akan masuk dalam pengecualian tersebut.

"Setelah melalui perubahan dalam penafsiran hukum, permainan yang secara kritis melihat pada permasalahan ini dapat untuk pertama kalinya diberi rating usia oleh USK," kata Direktur Pelaksana USK, Elisabeth Secker.

"Hal ini telah lama dilakukan terhadap film dan dengan menjunjung pada kebebasan seni, hal yang sama akan dilakukan terhadap permainan komputer dan video," tambahnya dilansir AFP.

UKS menjanjikan bakal melaksanakan tugas barunya dengan penuh tanggung jawab.

Baca juga: Pakai Quote Jenderal Nazi Jerman, Universitas di Inggris Minta Maaf


Terkini Lainnya

Bakal Jadi 'Park and Ride' untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Bakal Jadi "Park and Ride" untuk Stasiun MRT, Begini Kondisi Lahan Jakarta Tourisindo

Megapolitan
Wiranto: Pemilu 2019 Ajang Memilih Pemimpin, Bukan Mengadu Pemimpin

Wiranto: Pemilu 2019 Ajang Memilih Pemimpin, Bukan Mengadu Pemimpin

Nasional
Polisi Korsel Tahan 2 Pria dalam Kasus Kamera Tersembunyi di Hotel

Polisi Korsel Tahan 2 Pria dalam Kasus Kamera Tersembunyi di Hotel

Internasional
Romahurmuziy Minta Kasus yang Menjeratnya Tak Dikaitkan dengan PPP

Romahurmuziy Minta Kasus yang Menjeratnya Tak Dikaitkan dengan PPP

Nasional
Menginap di Tahanan, Romahurmuziy Habiskan Waktu dengan Baca Buku

Menginap di Tahanan, Romahurmuziy Habiskan Waktu dengan Baca Buku

Nasional
Petugas Lapas Banceuy Pergoki Napinya Ambil Narkotika di WC

Petugas Lapas Banceuy Pergoki Napinya Ambil Narkotika di WC

Regional
Pemerintah Venezuela Tahan Kepala Staf Oposisi Atas Tuduhan Terorisme

Pemerintah Venezuela Tahan Kepala Staf Oposisi Atas Tuduhan Terorisme

Internasional
Pemilu Kurang dari Sebulan, KPU Jaktim Masih Tunggu Surat Suara DPD

Pemilu Kurang dari Sebulan, KPU Jaktim Masih Tunggu Surat Suara DPD

Megapolitan
Dilaporkan ke Bawaslu karena Disebut Biarkan Hoaks, Ini Penjelasan Ma'ruf Amin

Dilaporkan ke Bawaslu karena Disebut Biarkan Hoaks, Ini Penjelasan Ma'ruf Amin

Nasional
Wali Kota Semarang Janji Bantu Perbaiki Rumah Abu di Kelenteng Tay Kak Sie yang Terbakar

Wali Kota Semarang Janji Bantu Perbaiki Rumah Abu di Kelenteng Tay Kak Sie yang Terbakar

Regional
Azan Pun Berkumandang di Seluruh Selandia Baru

Azan Pun Berkumandang di Seluruh Selandia Baru

Internasional
Memetik Pelajaran dari Pencurian Dana BOS di Mobil Kepala Sekolah di Bekasi...

Memetik Pelajaran dari Pencurian Dana BOS di Mobil Kepala Sekolah di Bekasi...

Megapolitan
Romahurmuziy Diperiksa Perdana sebagai Tersangka di KPK

Romahurmuziy Diperiksa Perdana sebagai Tersangka di KPK

Nasional
Kegiatan Apel Kebangsaan di Semarang Dilaporkan ke Bawaslu

Kegiatan Apel Kebangsaan di Semarang Dilaporkan ke Bawaslu

Regional
Tiba di Lombok, Presiden Jokowi Tinjau Rehabilitasi Pasca-gempa

Tiba di Lombok, Presiden Jokowi Tinjau Rehabilitasi Pasca-gempa

Nasional

Close Ads X