Biografi Tokoh Dunia: Elizabeth Bathory, Bangsawan Hungaria dan Pembunuh Berantai

Kompas.com - 10/08/2018, 17:40 WIB
Salinan lukisan potret Elizabeth Bathory, bangsawan Hungaria yang juga dikenal sebagai pembunuh lebih dari 300 orang. WIKIPEDIASalinan lukisan potret Elizabeth Bathory, bangsawan Hungaria yang juga dikenal sebagai pembunuh lebih dari 300 orang.

KOMPAS.com - Countess Elizabeth Bathory de Ecsed adalah seorang wanita bangsawan dari keluarga Bathory yang berkuasa dan memiliki tanah di Hungaria dan Transylvania.

Namun dia juga tercatat sebagai wanita pembunuh berantai dengan korban terbanyak dalam sejarah, meski jumlah pasti korbannya masih dalam perdebatan.

Elizabeth Bathory, dengan bantuan dari empat pelayannya, dituduh telah menyiksa dan membunuh ratusan perempuan antara tahun 1585 hingga 1609.

Keterangan sumber mengenai jumlah korban kekejaman sang putri bangsawan itu berbeda-beda, mulai dari puluhan hingga ada yang menyebut mencapai 650 orang.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Mata Hari, Penari Eksotis dan Seorang Mata-mata

Keluarga Bangsawan Hungaria

Elizabeth adalah putri dari keluarga bangsawan Hungaria, Bathory. Dia lahir antara tahun 1560 dan 1561 di kota Nyirbator, Kerajaan Hungaria.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ayahnya adalah George Bathory dan ibunya adalah Anna Bathory. Dari keluarga ibu, Elizabeth Bathory masih memiliki hubungan kekerabatan dengan raja Polandia dan pangeran Transylvania.

Elizabeth Bathory tinggal dan besar di istana keluarga di Ecsed, Hungaria timur. Terlahir di tengah keluarga bangsawan yang istimewa, Elizabeth besar dalam limpahan kekayaan, pendidikan dan status sosial.

Namun menjadi bagian dari keluarga bangsawan, Elizabeth juga hidup dalam peraturan yang ketat. Dia bahkan telah bertunangan dengan keturunan bangsawan lain sejak usia 10 tahun.

Elizabeth menikah saat berusia 15 tahun dengan Ferenc Nadasdy, putra dari Baron Tamas Nadasdy, juga dari Hungaria, yang berusia 19 tahun. Pernikahan mereka dilatarbelakangi tujuan politik dalam lingkaran aristrokasi.

Usai menikah, Elizabeth pindah ke kastil milik keluarga Nadasdy di Sarvar. Sementara suaminya melanjutkan pendidikan di Wina, Austria.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Alexander Fleming, Penemu Antibiotik Pertama

Pada 1578, Nadasdy menjadi komandan pasukan Hungaria dan turun dalam perang melawan Kesultanan Utsmaniyah.

Selama sang suami berperang, Elizabeth berwenang dalam mengatur urusan bisnis dan kenegaraan, bahkan termasuk urusan kesehatan masyarakat Hungaria.

Dari pernikahannya dengan Nadasdy, Elizabeth melahirkan setidaknya lima anak.

Nadasdy meninggal dunia pada Januari 1604, di usia 48 tahun karena sakit. Namun tidak ada keterangan rinci mengenai penyakit yang dideritanya.

Rumor Pembunuh Berantai

Antara tahun 1602 dan 1604, beredar kabar di lingkungan kerajaan tentang kekejaman Elizabeth Bathory.

Kabar tersebut sampai ke telinga menteri Lutheran, Istvan Magyari, yang kemudian menanyakannya pada keluarga Bathory hingga mengajukannya ke pengadilan Hungaria.

Pada 1610, Raja Hungaria, Matthias II memerintahkan kepada pejabat tinggi Hungaria, Gyorgy Thurzo untuk melakukan investigasi dan mengumpulkan bukti.

Penyelidikan dilakukan dengan memanggil lebih dari 300 saksi. Catatan persidangan menuliskan keterangan diberikan oleh empat terdakwa yang membantu Elizabeth, belasan saksi, serta keterangan dari pemuka agama, bangsawan hingga rakyat jelata, termasuk pekerja di kastil Sarvar.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Andy Warhol, Seniman Pop Art Berdarah Slovakia

Menurut keterangan tersebut, korban kekejaman Bathory awalnya adalah anak-anak gadis berusia 10 hingga 14 tahun. Mereka adalah anak-anak rakyat jelata, kebanyakan ditawari pekerjaan sebagai pelayan kastil dengan bayaran tinggi.

Kemudian dikatakan korban Bathory bertambah dari kalangan putri bangsawan yang berstatus lebih rendah, yang dikirim orangtua mereka untuk belajar sopan santun di istana. Bahkan dikabarkan Bathory juga memerintahkan untuk menculik para korbannya.

Para saksi menggambarkan penyiksaan dan pembunuhan yang dilakukan Bathory, mulai dari pemukulan, pembakaran, mutilasi, melukai wajah, serta memaksa korban kelaparan hingga mati.

Dalam arsip yang disimpan di kota Budapest juga mengungkap sejumlah bentuk penyiksaan lain yang sangat kejam. Bahkan, Elizabeth disebut-sebut juga melakukan kanibalisme.

Pada akhir 1610, dikatakan penyelidikan yang dilakukan Thurzo membuahkan hasil, setelah ada saksi yang melaporkan melihat langsung kekejaman yang dilakukan Elizabeth bersama empat pelayannya.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Elizabeth Blackwell, Perempuan Dokter Pertama Era Modern

Bersama petugas, Thurzo langsung menuju Kastil Cachtice dan menahan Elizabeth beserta para pelayan yang membantunya.

Januari 1611, persidangan untuk kasus Elizabeth Bathory digelar dengan dipimpin hakim agung kerajaan Theodosious Syrmiensis de Szulo dan 20 hakim asosiasi.

Puluhan saksi dihadirkan di persidangan. Seluruhnya, kecuali seorang pelayan, memberikan keterangan yang memberatkan sang bangsawan.

Selain saksi, pengadilan juga memeriksa kerangka dan mayat yang ditemukan di kastil sebagai bukti.

Salah satu yang menjadi perhatian di persidangan adalah terkait jumlah korban kekejaman Elizabeth Bathory. Ada saksi yang menyebut korban sekitar 30-an, ada pula yang menyebut jumlah 50-an atau lebih tinggi.

Yang paling mengejutkan adalah pengakuan saksi bernama Susannah yang menyebut ada sebuah buku milik Elizabeth Bathory yang berisikan daftar korban yang mencapai jumlah lebih dari 650 orang.

Namun keberadaan buku tersebut tidak bisa dibuktikan, meski ada 32 lembaran tertulis yang dibuat Bathory disimpan dalam arsip negara Hungaria di Budapest.

Pengadilan menetapkan jumlah resmi korban Bathory adalah 80 orang.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Hirohito, Kaisar Terlama di Jepang

Kematian Dalam Penjara

Setelah diputuskan bersalah sebagai pelaku pembunuhan ratusan orang, Elizabeth Bathory dipenjara di kastil Cachtice dan ditempatkan dalam sebuah ruangan tertutup tanpa jendela.

Hanya ada sebuah lubang yang digunakan sebagai ventilasi dan tempat memasukkan makanan. Elizabeth hanya bertahan selama empat tahun di dalam penjara sebelum akhirnya ditemukan telah meninggal dunia pada Agustus 1614.

Menurut salah satu laporan menyebutkan jika malam sebelum kematiannya, Elizabeth mengeluhkan kedinginan, namun hal tersebut tidak diindahkan oleh penjaga hingga akhirnya dia ditemukan sudah tak bernyawa pada pagi harinya.

Jenazah Elizabeth dimakamkan di gereja di Cachtice pada 25 November 1614. Namun menurut pengakuan sumber dari warga, makamnya dipindahkan ke makam keluarga di Ecsed.

Saat ini, di mana lokasi makam Elizabeth tidak diketahui. Pihak gereja dan kastil Cachtice tidak memiliki petunjuk untuk lokasi yang mungkin menjadi persemayaman terakhir sang bangsawan pembunuh berantai.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Corazon Aquino, Menumbangkan Diktator Filipina

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.