Lecehkan dan Jual Anaknya, Pasangan di Jerman Dihukum Penjara 12 Tahun

Kompas.com - 07/08/2018, 18:35 WIB
Ilustrasi. THINKSTOCKIlustrasi.

FREIBURG, KOMPAS.com - Pengadilan Jerman pada Selasa (7/8/2018) menjatuhkan hukuman penjara kepada pasangan yang telah melecehkan dan menjual anak mereka secara online selama lebih dari dua tahun.

Melansir dari AFP, Pengadilan Wilayah di Freiburg menjatuhkan hukuman penjara selama 12 tahun enam bulan kepada Berrin Taha, ibu korban pelecehan.

Sementara suaminya, Christian Lais, yang merupakan ayah tiri korban, juga mendapat hukuman 12,5 tahun penjara.

Diungkapkan dalam persidangan, pasangan tersebut adalah pengangguran. Keduanya telah melakukan kekerasan seksual kepada anak mereka, yang kini berusia 10 tahun, antara Mei 2016 hingga Agustus 2017.

Baca juga: Polisi Temukan 40 Grup Pornografi Anak di WhatsApp dan Telegram

Tak hanya itu, pasangan itu juga menawarkan korban kepada pedofil melalui situs gelap dan menyebarkan rekaman seksual anak mereka.

Pasangan tersebut didakwa dengan pasal pemerkosaan, kekerasan seksual yang memberatkan kepada anak-anak, pemaksaan pelacuran, serta penyebaran pornografi anak.

Selain anak laki-laki mereka, masih terdapat satu korban lain yakni seorang anak perempuan.

Hakim Stefan Buergelin yang memimpin persidangan, turut menjatuhkan sanksi denda dan mengharuskan pasangan itu membayar total 42.500 euro (sekitar Rp 711 juta) kepada kedua korban.

Meski demikian, hukuman yang dijatuhkan hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa yang menginginkan ibu korban dihukum 14,5 tahun penjara dan suaminya dihukum 13,5 tahun penjara.

Lais (39), yang juga pernah dihukum atas tindakan kekerasan terhadap anak, mengakui kejahatan yang dilakukannya. Dia juga membuat pengakuan yang memberatkan ibu korban.

Baca juga: Pornografi Anak Online di Malaysia Tertinggi di Asia Tenggara

Lais mengatakan, perempuan 48 tahun itu pertama membiarkan tindakan pelecehan karena tidak ingin berpisah dengan dirinya. Namun selanjutnya menjadi bermotif ekonomi.

Mereka mengaku memasang tarif ribuan euro untuk setiap tindakan pelecehan, kemudian mengunggah rekaman tindakan mereka ke situs gelap.

Sementara anak laki-laki yang menjadi korban saat ini berada di bawah pengasuhan pemerintah dan dalam kondisi baik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
Permintaan Terakhir Pria Ini Bikin Para Pelayat Tertawa saat Hadiri Pemakamannya

Permintaan Terakhir Pria Ini Bikin Para Pelayat Tertawa saat Hadiri Pemakamannya

Internasional
Berisi Air Suci, 'Sepatu Yesus' Ini Ludes dalam Hitungan Menit Meski Harganya Rp 42 Juta

Berisi Air Suci, "Sepatu Yesus" Ini Ludes dalam Hitungan Menit Meski Harganya Rp 42 Juta

Internasional
Trump Tak Masalah jika Napoleon Bonaparte Sekali Pun Bantu Lindungi Kurdi Suriah

Trump Tak Masalah jika Napoleon Bonaparte Sekali Pun Bantu Lindungi Kurdi Suriah

Internasional
Minta Erdogan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah, AS Jatuhkan Sanksi atas 3 Menteri Turki

Minta Erdogan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah, AS Jatuhkan Sanksi atas 3 Menteri Turki

Internasional
Trump Siap Hancurkan Ekonomi Turki jika Teruskan Serangan ke Kurdi Suriah

Trump Siap Hancurkan Ekonomi Turki jika Teruskan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Korban Selamat Topan Hagibis Tewas Terjatuh dari Helikopter | Peringatan Presiden China

[POPULER INTERNASIONAL] Korban Selamat Topan Hagibis Tewas Terjatuh dari Helikopter | Peringatan Presiden China

Internasional
Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

Uni Eropa Kecam Invasi Militer Turki di Suriah, Tapi Tolak Jatuhkan Embargo Senjata

Internasional
Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Internasional
Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Internasional
Iran Rilis Foto Kapal Tanker Minyak yang Berlubang Akibat Diserang di Laut Merah

Iran Rilis Foto Kapal Tanker Minyak yang Berlubang Akibat Diserang di Laut Merah

Internasional
Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Internasional
Lebih Kejam, Gembong Narkoba Meksiko Pengganti El Chapo Ini Tega Bunuh Perempuan dan Anak-anak

Lebih Kejam, Gembong Narkoba Meksiko Pengganti El Chapo Ini Tega Bunuh Perempuan dan Anak-anak

Internasional
Politisi Perempuan Kurdi Disergap dan Ditembak Mati oleh Milisi Pendukung Turki

Politisi Perempuan Kurdi Disergap dan Ditembak Mati oleh Milisi Pendukung Turki

Internasional
Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X