Kompas.com - 01/08/2018, 15:39 WIB

HANOI, KOMPAS.com - Beijing mendesak pemerintah Vietnam untuk menekan perusahaan yang mengibarkan bendera Taiwan agar memperbaiki "kesalahan" tersebut.

Desakan tersebut muncul setelah sebuah perusahaan furnitur Taiwan mengibarkan bendera Republik China (nama resmi Taiwan) di gerbang masuk pabrik.

"Hanya ada satu China di dunia, dan Taiwan merupakan bagian dari China," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang, Senin (30/7/2018), dilansir SCMP.

Ditambahkannya, Beijing dengan tegas menentang segala bentuk kegiatan separatis kemerdekaan Taiwan, termasuk pengibaran bendera.

Baca juga: China Desak Washington Larang Presiden Taiwan Transit di Bandara AS

"Kami telah membahas permasalahan ini dengan pihak Vietnam dan mereka mengatakan siap menginstruksikan perusahaan terkait untuk memperbaiki kesalahan mereka," ujarnya.

Gerakan protes anti-China di Vietnam telah mulai melibatkan perusahaan Taiwan dalam berbagai kesempatan.

Salah satunya, saat terjadi aksi mogok kerja dan demonstrasi nasional menentang undang-undang zona ekonomi khusus baru yang diusulkan pada Juni lalu. Demonstrasi tersebut dimulai di sebuah pabrik sepatu milik Taiwan.

Presiden Perusahaan Kaiser-1 Furniture, Lo Tzu-wen, mengatakan bahwa mereka telah memperoleh izin dari Pemerintah Vietnam terkait pengibaran bendera tersebut.

Ditambahkannya, alasan perusahaannya mengibarkan bendera Taiwan tersebut untuk membedakan mereka dari perusahaan China.

Lo mengatakan, perusahaannya pernah mengalami kerugian hingga 1 juta dolar akibat aksi protes anti-China yang terjadi pada 2014, yang dipicu peluncuran kilang minyak oleh Beijing di wilayah sengketa di Laut China Selatan.

Atas kerugian tersebut, pemerintah Vietnam kemudian memberikan keringanan pajak kepada perusahaan Taiwan sebagai bentuk kompensasi.

Mereka juga menerangkan bahwa warga Vietnam tidak dapat membedakan antara perusahaan China dengan Taiwan.

"Perusahaan kami (Kaiser 1 Furniture) secara terbuka dan penuh hormat mengibarkan bendera nasional Taiwan setiap hari," kata Lo.

Dalam foto yang diunggah media China tampak sederet bendera di depan perusahaan furnitur tersebut yang terdiri dari dua bendera Vietnam, dua bendera AS, dan dua bendera Republik China (Taiwan).

Taiwan merupakan investor asing terbesar keempat di Vietnam. Demikian menurut data statistik terbaru dari Kementerian Perencanaan dan Investasi Vietnam.

Baca juga: Tingkatkan Pertahanan, Taiwan Siagakan 29 Unit Helikopter Apache

Seorang pakar hubungan internasional, Alexander Huang menilai, langkah pengibaran bendera Taiwan di Vietnam tersebut sebagai upaya melindungi perusahaan.

"Para investor Taiwan harus menemukan cara untuk melindungi diri mereka sendiri dan jika Hanoi tidak dapat menemukan cara untuk melindungi mereka, maka hal itu akan buruk bagi perekonomian Vietnam," kata Huang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.