Kompas.com - 31/07/2018, 18:51 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China mendesak kepada Amerika Serikat untuk memblokir perjalanan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen yang rencananya bakal transit di negara itu sebelum melanjutkan ke Paraguay dan Belize.

Melansir dari AFP, desakan tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang dalam konferensi pers rutin pada Selasa (31/7/2018).

"Kami selalu menentang dengan keras segala bentuk transit semacam itu yang diatur di AS atau negara lain yang memiliki hubungan diplomatik dengan China," kata Geng.

Ditambahkan Geng, Beijing juga telah menghubungi Washington guna membahas permasalahan ini.

Baca juga: Presiden Taiwan Bakal Diizinkan Transit di Bandara AS saat Kunjungi Paraguay

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen diagendakan bakal menghadiri acara pelantikan Mario Benitez sebagai presiden Paraguay, pada 15 Agustus mendatang.

Namun penerbangan dari Taipei menuju Paraguay tidak akan bisa dilakukan dalam sekali penerbangan, sehingga Presiden Tsai direncanakan bakal singgah di Los Angeles atau Houston.

Beijing memandang Taiwan masih sebagai bagian dari wilayahnya di bawah kebijakan Satu China. Namun wilayah pulau tersebut memiliki pemerintahan yang berdiri sendiri.

Beijing selalu terusik dengan tindakan negara-negara yang mungkin meminjamkan dukungan diplomatik kepada Taiwan.

Sementara AS secara diplomatis mengakui Beijing di atas Taipei sejak 1979, namun tetap menjadi sekutu militer Taiwan.

China sempat bereaksi ketika Presiden Donald Trump menerima ucapan selamat melalui sambungan telepon dari Tsai setelah pemilihan pada 2016, pertama kalinya sejak 1979 seorang pemimpin AS berbicara langsung dengan presiden Taiwan.

Bulan lalu, AS telah meresmikan sebuah kantor kedutaan de facto di Taipei, yang disebut menjadi tonggak sejak dalam hubungan kedua pemerintahan.

Baca juga: AS Resmikan Kantor Perwakilan Baru Senilai Rp 3,4 Triliun di Taiwan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.