Pulang dari Pengasingan, Wapres Afghanistan Disambut Bom Bunuh Diri

Kompas.com - 23/07/2018, 11:54 WIB
Dalam foto yang diambil pada 29 September 2014 ini terlihat Abdul Rashid Dostum (kiri) tengah membacakan sumpahnya sebagai wakil presiden Afghanistan. Dia membacakan sumpah bersama Presiden Ashraf Ghani (tengah) dan mantan Menteri Kehakiman Sarwar Danish (kanan)  yang juga menjadi wakil presiden. AFP/SHAH MARAIDalam foto yang diambil pada 29 September 2014 ini terlihat Abdul Rashid Dostum (kiri) tengah membacakan sumpahnya sebagai wakil presiden Afghanistan. Dia membacakan sumpah bersama Presiden Ashraf Ghani (tengah) dan mantan Menteri Kehakiman Sarwar Danish (kanan) yang juga menjadi wakil presiden.
|

KABUL, KOMPAS.com - Sebanyak 14 orang tewas akibat ledakan di bandara internasional Kabul, Afghanistan tak lama setelah kedatangan Wakil Presiden Abdul Rashid Dostum.

Setahun lalu Jenderal Dostum mengasingkan diri ke Turki setelah dituduh memerintahkan anak buahnya menculik dan memperkosa seorang lawan politiknya.

Kepala kepolisian Kabul Hashmat Estankzai mengatakan, sembilan personel keamanan dan polisi lalu lintas ada di antara para korban tewas.
 
Selain itu, 60 orang lainnya terluka. Sementara, Dostum sendiri tak terluka akibat insiden tersebut.

Baca juga: Serangan Bom Bunuh Diri di Bandara Afghanistan, 11 Orang Dilaporkan Tewas

Sebelumnya, Estankzai, kepada BBC mengatakan, seorang pengebom bunuh diri meledakkan diri di luar gerbang bandara.

Sementara sejumlah laporan lain menyebut, iring-iringan mobil Jenderal Dostum sedang meninggalkan bandara saat ledakan terjadi.

Dostum sendiri menggunakan sebuah kendaraan berlapis baja demi keselamatannya.

Pemimpin dan mantan panglima perang beretnis Uzbek ini disambut meriah pendukungnya saat tiba kembali di Kabul.

Rekaman televisi memperlihatkan Dostum menyapa para pendukung di kantornya tak lama setelah ledakan itu terjadi.

Kembalinya Dostum diwarnai kekerasan di basis kekuasaan di wilayah utara Afghanistan, di saat para pendukungnya meminta Dostum kembali dan pembebasan seorang pemimpin milisi.

Sejumlah pengamat meyakini, Presiden Ashraf Ghani mengizinkan Dostum untuk pulang demi mendapatkan dukungan menjelang pemilihan presiden tahun depan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber BBC,AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X