Tangkal Rudal China dan Rusia, AS Tingkatkan Sistem THAAD di Korsel

Kompas.com - 20/07/2018, 16:00 WIB
Sistem pencegat rudal, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), milik AS tiba di Songju, Korea Selatan, pada September 2017. ANTARA FOTO/Lee Jong-hyeon/News1 via REUTERSistem pencegat rudal, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD), milik AS tiba di Songju, Korea Selatan, pada September 2017.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat berencana meningkatkan sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defence ( THAAD) mereka yang ditempatkan di Korea Selatan.

Dugaan tersebut menyusul pengumuman dari Departemen Pertahanan AS bulan lalu yang akan melanjutkan penempatan sistem perisai rudal tersebut di wilayah sekutunya di Semenanjung Korea.

THAAD merupakan sistem radar canggih dilengkapi rudal pencegat yang dirancang untuk mendeteksi dan melumpuhkan serangan rudal balistik yang mendekat.

Sistem perisai rudal THAAD milik AS telah ditempatkan di Korea Selatan sejak tahun lalu sebagai persiapan menghadapi serangan Korut.

Namun keberadaan sistem tersebut di Korsel justru menjadi sumber ketegangan dengan China yang menganggapnya sebagai ancaman keamanan nasional karena kemampuannya melacak rudal mereka.

Baca juga: 6 Trailer Pembawa Sistem Rudal THAAD AS Masuk Wilayah Korsel

Melansir SCMP, pengamat militer Hong Kong, Song Zhongping mengatakan, peningkatan terhadap sistem THAAD tersebut diyakini dapat memperluas jangkauan operasionalnya dari 200 kilometer menjadi 800 kilometer.

Dengan jarak jangkauan tersebut, maka AS dapat memperluas jangkauan sistem ke seluruh China utara, di mana Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) telah menempatkan banyak rudalnya.

"Pentagon tampaknya ingin menggunakan ancaman nuklir Korut sebagai alasan untuk meningkatkan sistem THAAD mereka untuk menargetkan sistem rudal China dan Rusia," kata Song.

"Dengan China sebagai musuh utama, tujuan utama peningkatan sistem pertahanan AS adalah untuk mencegat rudal jarak menengah dan dekat China, serta rudal balistik supersonik PLA sebagai target utama mereka," tambahnya.

China dikabarkan tengah mengembangkan dan melakukan uji coba untuk rudal hipersonik jenis baru yang disebut DF-17 sejak tahun lalu.

Badan Pertahanan Rudal AS juga telah mengajukan dana 120 juta dolar (sekitar Rp 1,7 triliun) untuk pengembangan sistem pertahanan rudal hipersonik pada anggaran tahun depan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber SCMP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Bumi di Perbatasan Turki-Iran, 8 Orang Tewas

Gempa Bumi di Perbatasan Turki-Iran, 8 Orang Tewas

Internasional
Menang Kaukus Nevada, Bernie Sanders Semakin Tidak Terbendung

Menang Kaukus Nevada, Bernie Sanders Semakin Tidak Terbendung

Internasional
Pria India Ini Sembah Trump sebagai Dewa dan Buatkan Patung Untuknya

Pria India Ini Sembah Trump sebagai Dewa dan Buatkan Patung Untuknya

Internasional
Kasus Dugaan Infeksi Virus Corona di Zimbabwe Negatif, WHO Tetap Peringati Negara-negara di Afrika

Kasus Dugaan Infeksi Virus Corona di Zimbabwe Negatif, WHO Tetap Peringati Negara-negara di Afrika

Internasional
Pria Jepang yang Positif Virus Corona sebelum ke Indonesia sudah Keluhkan Gejala Flu

Pria Jepang yang Positif Virus Corona sebelum ke Indonesia sudah Keluhkan Gejala Flu

Internasional
Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Internasional
6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

Internasional
Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

Internasional
Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Internasional
Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X