6 Trailer Pembawa Sistem Rudal THAAD AS Masuk Wilayah Korsel

Kompas.com - 26/04/2017, 06:39 WIB
Sistem pertahanan rudal THAAD. Reuters/BBC IndonesiaSistem pertahanan rudal THAAD.
EditorGlori K. Wadrianto

SEOUL, KOMPAS.com - Enam trailer pembawa piranti sistem pertahanan rudal Amerika Serikat, the Terminal High Altitude Area Defense ( THAAD) masuk dan ditempatkan di wilayah Korea Selatan, pada Rabu pagi (26/4/2017).

Penempatan perangkat perang itu dilakukan menyusul meningkatnya ancaman Korea Utara menyusul ketegangan yang terjadi di wilayah tersebut.

Diwartakan kantor berita Yonhap yang dikutip AFP, keenam trailer itu  ditempatkan di sebuah padang golf yang kemudian memicu kericuhan antara warga setempat dan polisi.

Baca: AS Mulai Pasang Sistem Rudal THAAD di Korea Selatan


Washington dan Seoul mengerahkan THAAD untuk menangkal kemungkinan adanya serangan seperti yang diancamkan Korea Utara.

Seperti yang diberitakan, Korut terus melanjutkan rangkaian uji coba rudal balistik meskipun telah mengalami sejumlah sanksi dari PBB terkait hal itu.

Sistem THAAD dibangun untuk mengintersepsi dan menghancurkan peluru kendali jarak pendek dan menengah, di tengah peluncuran menuju sasaran. 

Sementara, saat ini Korut diyakini tengah menyiapkan ujicoba enam senjata nuklir.

AS dan Korsel sepakat untuk melakuka penempatan awal terhadap sistem partahanan itu, setelah pembicaraan awal bulan ini antara pejabat Presiden Korsel dan Wakil Presiden AS Mike Pence.

Baca: Kapal Selam AS Tiba di Busan, Korut Geser Pasukan Artilerinya

Terkait kesepakatan itu, Pemerintah China adalah pihak yang dengan keras menentang pengerahan THAAD, karena dikhawatirkan akan melemahkan kapasitas militernya sendiri.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X