Rusia-China Menentang Rencana AS Tempatkan Sistem Rudal THAAD di Korea

Kompas.com - 13/04/2016, 18:22 WIB
Sistem pertahanan rudal tercanggih, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) Dephan AS/ReutersSistem pertahanan rudal tercanggih, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD)
|
EditorPascal S Bin Saju

MOSKWA, KOMPAS.com – Rusia dan China ketar-ketir dan menentang rencana Amerika Serikat menempatkan sistem pertahanan rudal paling canggih, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Semenanjung Korea.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, Selasa (12/4/2016) di Moskwa, mengatakan, Rusia bersama sekutunya, China, menyatakan keprihatinan atas rencana Washington itu, seperti dilaporkan International Business Times (Ibtimes), Rabu (13/4/2016) ini.

THAAD adalah sistem pertahanan rudal yang unik dengan presisi yang tak tertandingi. Sistem ini mampu melawan ancaman dengan mobilitas dan penempatan baterai unit strategis.

Lavrov mengungkapkan keprihatinannya ketika AS dan Korea Selatan sedang menggelar diskusi lanjutan terkait rencana penempatan THAAD di Semenanjung Korea.

Penemparan THAAD menjadi agenda Washington dan Seoul untuk menyikapi ancaman yang terus meningkat dari Korea Utara.

Pyongyang terus mengembangkan program nuklirnya meski telah dikecam dan diberikan sanksi oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Bersama dengan sahabat kami China, kami menyadari bahwa menyusul diskusi ini akan timbul ancaman nyata bagi keamanan negara kami, dan menggoyahkan stabilitas strategis di Asia Timur Laut,” kata Lavrov, seperti dikutip kantor berita China, Xinhua.

Menteri Luar Negeri Rusia itu mengatakan, Moskwa dan Beijing menghormati hak Korut untuk menggunakan energi nuklir untuk tujuan damai.  Namun, keduanya tidak mendukung ambisi nuklir Pyongyang.

Rusia dan China berkomitmen untuk melakukan denuklirisasi di Semenanjung Korea. Hal yang sama telah diungkap Presiden China Xi Jinping ketika bertemu Presiden AS, Barack Obama, di sela-sela KTT Nuklir pekan lalu di Washington DC.

Lavrov berharap perundingan enam pihak dibuka kembali dengan Korut.  Perundingan itu adalah “cara nyata untuk menyelesaikan masalah nuklir di Semenanjung Korea," kata Lavrov.

Bulan lalu Rusia dan China, dua negara penyokong terkuat bagi rezim pemimpin muda Kim Jong Un, mendesak Korut untuk membuka kembali perundingan internasional atas program nuklirnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Internasional
Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X