Petinggi OPEC Sebut Kicauan Trump Bikin Harga Minyak Naik

Kompas.com - 06/07/2018, 11:35 WIB
Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan di Gedung Putih, Washington DC, mengenai agresi militer terhadap Suriah, Jumat (13/4/2018).AFP PHOTO/MANDEL NGAN Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan di Gedung Putih, Washington DC, mengenai agresi militer terhadap Suriah, Jumat (13/4/2018).

TEHERAN, KOMPAS.com - Gubernur Organisasi Negara Pengekspor Minyak ( OPEC) Iran, Hossein Kazempour Ardebili, menyatakan kicauan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berdampak pada kenaikan harga minyak.

"Kicauan Anda telah meningkatkan harga setidaknya 10 dollar AS per barel. Silakan hentikan cara ini," katanya, seperti diwartakan VOA News yang dikutip dari kantor berita Shana, Kamis (5/7/2018).

Kazempour Ardebili menilai, Trump berusaha menambah ketegangan antara Iran dan Arab Saudi.

Seperti diketahui, rencana peningkatan output OPEC dibayangi oleh gangguan pasokan di Libya, Kanada dan Venezuela.


Baca juga: Trump Desak Saudi Naikkan Produksi Minyak hingga 2 Juta Barel Per Hari

Dalam pernyataannya di Twitter, Rabu (5/7/2018), Trump mendesak negara OPEC untuk berbuat lebih guna menurunkan harga minyak mentah.

"Monopoli OPEC harus ingat bahwa harga gas naik dan mereka tidak banyak membantu," kicaunya.

"Kurangi harga sekarang," tutup Trump di akhir kicauannya.

Pada akhir bulan lalu, Trump meminta pemerintah Arab Saudi untuk meningkatkan secara tajam produksi minyaknya hingga dua juta barel per hari.

Kenaikan produksi minyak diyakini dapat memerangi kenaikan biaya bahan bakar. Trump mengklaim, jika Raja Salman menyetujui permintaannya agar menaikkan jumlah produksi minyak.

Trump mengatakan, langkah tersebut diperlukan untuk mengatasi gejolak dan disfungsi di Iran dan Venezuela.

"Baru saja berbicara dengan Raja Salman dari Arab Saudi dan menjelaskan kepadanya mengenai kekacauan dan disfungsi di Iran dan Venezuela," kicaunya.

"Saya meminta Arab Saudi meningkatkan produksi minyak, mungkin sampai 2.000.000 barel, untuk membuat perbedaan," imbuh Trump.

Kantor berita Saudi mengonfirmasi, Trump dan Raja Salman telah berbicara melalui sambungan telepon. Keduanya dilaporkan membahas kebutuhan untuk menjaga stabilitas pasar minyak.

Namun, pernyataan dari kantor berita Saudi tidak menyebutkan bahwa pemerintah sepakat mengenai angka 2 juta barel per hari.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Angkatan Laut AS Siap Jalankan Misi 'Apa Pun' di Venezuela

Angkatan Laut AS Siap Jalankan Misi "Apa Pun" di Venezuela

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Reporter Televisi Dipukul | Guru Dapat Surat Cinta dari Murid

[POPULER INTERNASIONAL] Reporter Televisi Dipukul | Guru Dapat Surat Cinta dari Murid

Internasional
Konvoi Militer Turki Diserang Suriah, 3 Warga Sipil Tewas

Konvoi Militer Turki Diserang Suriah, 3 Warga Sipil Tewas

Internasional
WNI di Denmark Rela Tempuh Perjalanan 5 Jam demi Ikut Upacara 17 Agustus

WNI di Denmark Rela Tempuh Perjalanan 5 Jam demi Ikut Upacara 17 Agustus

Internasional
Tandai Peringatan 17 Agustus di Italia, KBRI Roma Pukul Gong

Tandai Peringatan 17 Agustus di Italia, KBRI Roma Pukul Gong

Internasional
3.500 Pengungsi Rohingya di Bangladesh Dibebaskan untuk Kembali ke Myanmar

3.500 Pengungsi Rohingya di Bangladesh Dibebaskan untuk Kembali ke Myanmar

Internasional
Taiwan Tawarkan Suaka bagi Peserta Demo Hong Kong, China Marah

Taiwan Tawarkan Suaka bagi Peserta Demo Hong Kong, China Marah

Internasional
Iran Peringatkan AS Tak Usik Kapal Tankernya yang Dibebaskan Gibraltar

Iran Peringatkan AS Tak Usik Kapal Tankernya yang Dibebaskan Gibraltar

Internasional
Ditanya Kenapa Masih Pertahankan Pasukan di Afghanistan, Trump: Kami Seperti Polisi

Ditanya Kenapa Masih Pertahankan Pasukan di Afghanistan, Trump: Kami Seperti Polisi

Internasional
Diejek Gendut Saat Ingin Es Krim, Gadis Ini Bunuh Pacar Pakai Gunting

Diejek Gendut Saat Ingin Es Krim, Gadis Ini Bunuh Pacar Pakai Gunting

Internasional
Dibebaskan Gibraltar, Kapal Tanker Iran Berlayar ke Yunani

Dibebaskan Gibraltar, Kapal Tanker Iran Berlayar ke Yunani

Internasional
Trump: Kami Tidak Ingin Afghanistan Jadi 'Laboratorium Teror'

Trump: Kami Tidak Ingin Afghanistan Jadi "Laboratorium Teror"

Internasional
5 Bulan Mengajar, Guru di Malaysia Ini Dapat 15 Surat Cinta dari Murid

5 Bulan Mengajar, Guru di Malaysia Ini Dapat 15 Surat Cinta dari Murid

Internasional
Hindari Kerusuhan, Otoritas India Tahan 4.000 Warga Kashmir

Hindari Kerusuhan, Otoritas India Tahan 4.000 Warga Kashmir

Internasional
Diputus Pacar dan Hilang Pekerjaan, Pria Ini Ancam Bunuh 100 Orang

Diputus Pacar dan Hilang Pekerjaan, Pria Ini Ancam Bunuh 100 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X