Kompas.com - 27/06/2018, 18:19 WIB
Peserta aksi melakukan protes demi menghentikan tindakan pemisahan anak-anak migran dari orangtua mereka di Tornillo, Texas, Sabtu (23/6/2018). Peserta aksi melakukan protes demi menghentikan tindakan pemisahan anak-anak migran dari orangtua mereka di Tornillo, Texas, Sabtu (23/6/2018).

SAN DIEGO, KOMPAS.com - Seorang hakim pengadilan distrik AS memerintahkan kepada otoritas terkait untuk mempertemukan kembali keluarga migran yang dipisahkan di perbatasan dengan Meksiko di bawah kebijakan "Toleransi Nol" dalam waktu 30 hari.

Hakim Distrik AS Dana Sabraw mengambil keputusan atas tuntutan yang diajukan Persatuan Kebebasan Sipil Amerika (ACLU), mewakili seorang gadis asal Kongo berusia tujuh tahun dan seorang remaja putra berusia 14 tahun asal Brasil yang telah dipisahkan dari orangtua mereka.

Sabraw, hakim dari pengadilan distrik AS untuk wilayah selatan California, menambahkan pada Selasa (26/6/2018), khusus untuk anak-anak di bawah usia lima tahun, proses penyatuan kembali harus dilakukan dalam waktu maksimal dua pekan.

Baca juga: Lebih dari 500 Anak-anak Migran Telah Dipertemukan dengan Orangtuanya

Hakim juga mengeluarkan keputusan melawan pemisahan keluarga migran sebagai bagian dari kebijakan yang menempatkan para pelanggar perbatasan dalam tahanan dan diancam penuntutan pidana.

Otoritas federal AS memiliki waktu 10 hari untuk mengizinkan orangtua migran menghubungi anak-anak mereka jika mereka belum saling berhubungan.

Presiden AS Donald Trump telah menandatangani surat perintah eksekutif yang memerintahkan penghentian praktik pemisahan keluarga migran.

Akan tetapi perintah itu tidak membuat ketentuan khusus bagi orangtua dan anak-anak migran yang sudah dipisahkan.

Dampaknya, lebih dari 2.000 anak-anak migran, termasuk anak balita dan bayi, yang telah dipisahkan dari keluarga mereka akan tetap di bawah pengawasan pemerintah federal.

Hal tersebut memicu kritikan dari warga Amerika dan di seluruh dunia, yang menyebutnya tindak pelecehan terhadap anak dan tidak manusiawi.

Baca juga: 17 Negara Bagian AS Gugat Kebijakan Imigrasi Kontroversial Trump

ACLU menuduh pemerintah tak memiliki rencana nyata untuk menyatukan kembali keluarga migran yang sudah dipisahkan.

"Anak-anak kecil itu setiap malam menangis sendirian, mereka bertanya-tanya apakah mereka akan dapat bertemu kembali dengan orangtua mereka," kata Pengacara ACLU, Lee Gelernt.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X