Kompas.com - 27/06/2018, 11:19 WIB
|

KHARTOUM, KOMPAS.com - Sebuah pengadilan di Sudan, Selasa (26/6/2018), membatalkan hukuman mati seorang remaja perempuan yang membunuh suami yang kerap menyiksanya.

Pengadilan akhirnya memberikan hukuman penjara lima tahun untuk Noura Hussein yang kini berusia 19 tahun.

Sebelumnya, Noura dijatuhi hukuman mati karena dianggap terbukti melakukan "pembunuhan berencana" terhadap suaminya.

Noura mengklaim sang suami memperkosanya setelah dia dipaksa ayahnya menikahi pria itu saat baru berusia 16 tahun.

Baca juga: Menikah Tanpa Restu Ayah, Perempuan Sudan Dihukum Cambuk 75 Kali

Hukuman mati terhadap Noura ini memicu kemarahan global termasuk dari PBB dan sejumlah organisasi HAM.

Pengacara Noura, Al-Fateh Hussein kemudian mengajukan permohonan banding untuk meninjau kembali keputusan pengadilan.

"Pengadilan banding membatalkan hukuman mati dan menjatuhkan hukuman penjara lima tahun," ujar Al-Fateh Hussein.

"Masa hukuman sudah efektif sejak dia ditahan. Klien saya juga diharusnya membayar denda 337.500 pound Sudan (Rp 265 juta) kepada keluarga korban," tambah Al-Fateh.

Sementara itu, Amnesti Internasional yang menjadi bagian dalam kampanye "Keadilan untuk Noura", menyambut baik keputusan pengadilan.

"Keputusan itu kini harus menjadi awal sebuah evaluasi legal demi memastika Noura Hussein adalah orang terakhir yang mengalami penderitaan semacam ini," kata Seif Magango, wakil deputi direktur Amnesti Internasional.

Halaman:
Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.