Ketika Ratusan Warga Italia Merasakan Suasana Indonesia di Kota Roma - Kompas.com

Ketika Ratusan Warga Italia Merasakan Suasana Indonesia di Kota Roma

Kompas.com - 23/06/2018, 09:38 WIB
Band Dwiloka, asuhan Kedutaan Besar RI di Kota Roma, ItaliaDOKUMENTASI KBRI ROMA Band Dwiloka, asuhan Kedutaan Besar RI di Kota Roma, Italia

KOMPAS.com -  Menjelang matahari terbenam, Kamis, 21 Juni 2018, sekitar 300an warga Kota Roma, Italia mendatangi kantor Kedutaan Besar RI di kota itu.

Mereka datang untuk mengikuti Festa della Musica: Sempre Estate in Indonesia yang diselenggarakan sebagai bagian program tahunan Pemerintah Kota Roma.

Ide acara ini adalah untuk menghadirkan suasana Indonesia di tengah kota tersebut.

Pertunjukan musik bertema “East meets West” menampilkan perpaduan instrumen tradisi Nusantara dan alat musik internasional.

Di dalamnya, dibawakan lagu-lagu daerah Indonesia, maupun internasional.

Band Dwiloka misalnya. Kelompok musik asuhan KBRI Roma ini menampilkan permainan saksofon, terompet, bas, gitar, perkusi nusantara, serta vokal dari pejabat dan staf KBRI Roma.

Suasana Festa della Musica di KBRI Roma. Acara ini merupakan kegiatan tahunan di berbagai kota Italia yang diselenggarakan dalam rangka menyambut datangnya musim panas. DOKUMENTASI KBRI ROMA Suasana Festa della Musica di KBRI Roma. Acara ini merupakan kegiatan tahunan di berbagai kota Italia yang diselenggarakan dalam rangka menyambut datangnya musim panas.

Untuk penabuh drum, khusus dimainkan oleh penabuh profesional Jovano Jonathan dari Jakarta.

Tabuhan Jovano berpadu dengan permainan gamelan Bali oleh Matteo dan Rudgero, dua mahasiswa Italia di Roma.

Mereka membawakan lagu-lagu hits Tanah Air, dan juga Italia.

Pada saat medley lagu daerah Indonesia, selain gamelan, ada pula permainan angklung.

Baca juga: Melihat Suasana Idul Fitri di Roma

Tampil juga grup musik Italia, Mata Project, yang membawakan musik elektronik berpadu gaya oriental, dengan lirik lagu dalam bahasa Indonesia.

Mereka tampil diiringi tarian tradisi kontemporer bernuansa Jawa Tengah dari Pinkan, pelajar Indonesia di Roma.

Puncaknya adalah permainan pianis jazz Indonesia, Nial Djuliarso, yang khusus hadir ke Roma untuk acara ini.

Permainan pianis jazz Indonesia, Nial Djuliarso, yang khusus hadir ke Roma untuk acara di KBRI Roma. DOKUMENTASI KBRI ROMA Permainan pianis jazz Indonesia, Nial Djuliarso, yang khusus hadir ke Roma untuk acara di KBRI Roma.

Nial Djuliarso tampil sendiri pada bagian awal. Kemudian dia berkolaborasi dengan Dwiloka, sebelum ditutup dengan lagu Indonesia Pusaka.

Menariknya, lagu Indonesia Pusaka itu dinyanyikan bersama dengan para pengunjung.

Kuliner

Tak lengkap rasanya jika upaya membangun suasana Indonesia di negeri orang, tak dilengkapi dengan makanan dan minuman khas Tanah Air.

Kuliner khas Indonesia pun hadir melengkapi acara ini. Ada hidangan mi goreng Jawa, rujak serut, es teler, serta es mambo kacang hijau.

Ratusan porsi habis tak bersisa.

Makanan itu disajikan dengan iringan lagu-lagu Indonesia yang dimainkan secara unik oleh DJ Max, warga Italia kelahiran Roma.

Duta Besar RI untuk Italia, Esti Andayani, yang hadir dalam acara itu sempat mengungkapkan komentarnya.

Baca juga: Ke KBRI Roma, Radja Nainggolan Siap Kembangkan Sepak Bola Indonesia

Dia mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat membawa warga Roma lebih mengenal seni budaya Nusantara, dan semakin terdorong untuk berkunjung ke Indonesia.

Festa della Musica merupakan kegiatan tahunan di berbagai kota di Italia yang diselenggarakan dalam rangka menyambut datangnya musim panas.

Tanggal 21 Juni dipilih karena matahari hari itu bersinar paling lama di ekuator dibandingkan hari-hari lainnya.

Pertunjukan musik digelar di berbagai wilayah secara gratis dan terbuka bagi siapa pun. 


Komentar

Terkini Lainnya

Eks Koruptor Nekat Nyaleg, MA Diminta Prioritaskan Gugatan PKPU

Eks Koruptor Nekat Nyaleg, MA Diminta Prioritaskan Gugatan PKPU

Nasional
Simulasi Bus Atlet Asian Games dari Wisma Atlet-Pondok Indah, Ini Waktu Tempuhnya

Simulasi Bus Atlet Asian Games dari Wisma Atlet-Pondok Indah, Ini Waktu Tempuhnya

Megapolitan
Golkar Siapkan Pengganti Pimpinan Komisi VII yang Ditangkap KPK

Golkar Siapkan Pengganti Pimpinan Komisi VII yang Ditangkap KPK

Nasional
Saat Jokowi Sapa Cak Imin hingga Tiga Kali...

Saat Jokowi Sapa Cak Imin hingga Tiga Kali...

Nasional
Polisi Akan Periksa Kontraktor dan Konsultan Proyek Rehabilitasi Sekolah di DKI

Polisi Akan Periksa Kontraktor dan Konsultan Proyek Rehabilitasi Sekolah di DKI

Megapolitan
Parpol Mestinya Miliki Political Will untuk Jaga Marwah dan Integritas Partai

Parpol Mestinya Miliki Political Will untuk Jaga Marwah dan Integritas Partai

Nasional
Gubernur DKI: Ada Kasus Warga Merasakan Kenaikan PBB Dua Kali Lipat, Itu Tidak 'Fair'

Gubernur DKI: Ada Kasus Warga Merasakan Kenaikan PBB Dua Kali Lipat, Itu Tidak "Fair"

Megapolitan
KPK Geledah Kantor dan Pendopo Rumah Dinas Bupati Labuhanbatu

KPK Geledah Kantor dan Pendopo Rumah Dinas Bupati Labuhanbatu

Nasional
MK Jemput Bola Cari Dewan Etik Pengganti Salahuddin Wahid

MK Jemput Bola Cari Dewan Etik Pengganti Salahuddin Wahid

Nasional
Hukuman Penjara Mantan Presiden Korea Selatan Bertambah Jadi 32 Tahun

Hukuman Penjara Mantan Presiden Korea Selatan Bertambah Jadi 32 Tahun

Internasional
Tiga Prajurit TNI di Papua Tewas Akibat Miras Oplosan

Tiga Prajurit TNI di Papua Tewas Akibat Miras Oplosan

Regional
Satgas Saber Pungli Dipandang Jadi Pekerjaan Tambahan Polri

Satgas Saber Pungli Dipandang Jadi Pekerjaan Tambahan Polri

Nasional
Penjelasan Anies soal Instruksi Menutupi Kali Item dengan Kain Hitam

Penjelasan Anies soal Instruksi Menutupi Kali Item dengan Kain Hitam

Megapolitan
Nasib SD 11 Parepare: Kembali Disegel Pemilik Lahan, Siswa Belajar di Lantai

Nasib SD 11 Parepare: Kembali Disegel Pemilik Lahan, Siswa Belajar di Lantai

Regional
Kendaraan Khusus Asian Games Dipasangi Stiker agar Bebas Ganjil-Genap

Kendaraan Khusus Asian Games Dipasangi Stiker agar Bebas Ganjil-Genap

Megapolitan

Close Ads X