Mahathir: Malaysia Siapkan Dakwaan Berlapis untuk Najib Razak

Kompas.com - 19/06/2018, 20:36 WIB
Politisi senior Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menunjukkan jarinya yang bertinta setelah memberikan suaranya dalam pemilhan umum, di tempat pemungutan suara di Malaysia, Rabu (9/5/2018). Pemilu yang berlangsung hari ini menjadi pertarungan sengit Perdana Menteri Petahana Najib Razak, dan mantan PM Mahathir Mohamad. AFP PHOTO/JEWEL SAMAD - REUTERS/Politisi senior Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menunjukkan jarinya yang bertinta setelah memberikan suaranya dalam pemilhan umum, di tempat pemungutan suara di Malaysia, Rabu (9/5/2018). Pemilu yang berlangsung hari ini menjadi pertarungan sengit Perdana Menteri Petahana Najib Razak, dan mantan PM Mahathir Mohamad.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan, penyelidikan skandal korupsi yang menimpa eks PM Najib Razak hampur rampung.

Dalam wawancaranya dengan Reuters seperti dikutip Straits Times Selasa (19/6/2018), investigator bakal menyiapkan dakwaan berlapis untuk Najib.

Selain melakukan penggelapan terhadap dana lembaga investasi 1Malaysia Development Berhad (1MDB), Najib juga didakwa penyuapan.

Baca juga: Mahathir: Tidak Mudah Menangkap Najib Razak

"Selain itu dia bisa dijerat penyalahgunaan kekuasaan sebagai PM, mencuri uang negara dan menggunakannya untuk menyuap," tutur Mahathir.

Mahathir berkata, dia tidak ragu lagi menyebut PM yang berkuasa sejak 2009 sampai 2018 tersebut bertanggung jawab atas skandal 1MDB.

"Transaksi tidak akan terjadi tanpa tanda tangannya (Najib). Saat ini, kami sudah punya bukti yang menandakan dia bertanggung jawab," tegas Mahathir.

Istri Najib Rosmah Mansor, kata Najib, juga tengah diperiksa terkait adanya aliran uang mencurigakan sebesar 10,6 juta dolar AS, sekitar 147,1 miliar.

"Diyakini banyak uang mengalir ke rekening istri Najib. Sudah jelas kami tahu akan hal ini," tutur ketua koalisi Pakatan Harapan itu.

Namun, membuktikan Rosmah pihak yang bersalah tergolong berat karena tidak ada dokumen berisi tanda tangan perempuan 66 tahun tersebut.

Pemimpin terpilih tertua di dunia itu berharap polisi bisa segera melakukan penangkapan dalam beberapa bulan ke depan, dan menyidangkannya sebelum 2018 berakhir.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X