Mahathir: Tidak Mudah Menangkap Najib Razak

Kompas.com - 11/06/2018, 16:40 WIB
Najib Razak saat hendak memberikan pernyataan seusai kekalahannya dalam pemilihan umum, di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (10/5/2018). Mahathir Mohamad dari koalisi Pakatan Harapan resmi menjadi perdana menteri ketujuh Malaysia usai mengalahkan perdana menteri petahana Najib Razak dari koalisi Barisan Nasional. AFP PHOTO/MOHD RASFANNajib Razak saat hendak memberikan pernyataan seusai kekalahannya dalam pemilihan umum, di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (10/5/2018). Mahathir Mohamad dari koalisi Pakatan Harapan resmi menjadi perdana menteri ketujuh Malaysia usai mengalahkan perdana menteri petahana Najib Razak dari koalisi Barisan Nasional.

TOKYO, KOMPAS.com - Ketika rakyat Malaysia terus menyerukan penangkapan terhadap mantan perdana menteri Najib Razak atas tuduhan korupsi, pemerintah Malaysia tak bisa melakukannya dengan mudah.

"Masyarakat menunggu, kapan kami akan menangkap Najib Razak?" kata Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, seperti dilansir dari Asia One pada Senin (11/6/2018).

"Itu tidak mudah. Kami harus mencari bukti kuat untuk pengadilan," ucapnya.

Menurut dia, jika bukti tidak kuat dan Najib tidak dinyatakan bersalah oleh pengadilan, maka semua hal yang telah dilakukan oleh negara akan dipertanyakan oleh rakyat.

Baca juga: Proton Dibeli China, Mahathir Akan Buat Perusahaan Mobil Nasional Baru

Komentar Mahathir terhadap Najib terlontar ketika dia pidato dalam acara makan malam bersama sekitar 250 warga Malaysia di Jepang, pada Minggu (10/6/2018) malam.

Dia mengatakan, dengan bukti yang benar diharapkan Najib akan dinyatakan bersalah oleh pengadilan.

"Pilihan rakyat harus dihormati dan kami ingin menjadi negara demokrasi," ujarnya.

Mahathir menekankan, Najib tidak diizinkan untuk meninggalkan negara, kendati beberapa orang yang terlibat skandal mulai menghilang.

"Kami berharap sebelum mereka menghilang, kita bisa menghukum mereka sesuai dengan hukum," ucap pria berusia 92 tahun itu.

Seperti diketahui, Najib telah diperiksa oleh Komisi Anti-korupsi Malaysia terkait tuduhan skandal korupsi perusahaan 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Najib beserta keluarga dan kroni-kroninya dituduh menjarah miliaran dollar AS dari perusahaan 1MDB.

Baca juga: Proyek Pipa Era Najib Razak Dilaporkan ke Komisi Anti-korupsi Malaysia

Kepolisian Malaysia juga telah menyita uang tunai 114 juta ringgit atau sekitar Rp 405 miliar yang ditemukan di apartemen mewah milik keluarga Najib.

Selain uang tunai yang ditemukan dalam 35 tas, 284 kotak lainnya berisi tas-tas mewah, arloji, yang disita dari beberapa kediamannya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber Asia One
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Internasional
Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X