Koalisi Arab Saudi Serang Markas Houthi di Hodeidah

Kompas.com - 13/06/2018, 17:08 WIB
Pasukan Sudan yang mendukung koalisi Arab Saudi bergerak menuju Hodeidah untuk merebut pelabuhan itu dari pemberontak Houthi.EPA/Najeeb Almahboobi Pasukan Sudan yang mendukung koalisi Arab Saudi bergerak menuju Hodeidah untuk merebut pelabuhan itu dari pemberontak Houthi.

SANA'A, KOMPAS.com - Koalisi yang dipimpin Arab Saudi dilaporkan melancarkan serangan terhadap kelompok pemberontak Houthi di Yaman.

Operasi militer bernama Golden Victory itu dilakukan setelah Houthi tidak memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan Uni Emirat Arab (UEA) untuk keluar dari Hodeidah.

Dilansir Reuters via Arab News Rabu (13/6/2018), Saudi dan UEA beserta sekutunya mengerahkan jet tempur dan kapal perang untuk membombardir kota pelabuhan itu.

Baca juga: Serangan Misil dari Houthi Tewaskan Dua Warga Sipil Arab Saudi


Serangan dari udara dan laut itu ditopang oleh operasi darat yang dilakukan pasukan di bawah pimpinan Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi.

"Kami sudah mencoba negosiasi damai dan politis untuk mengeluarkan milisi Houthi dari kota pelabuhan Hodeidah," demikian pernyataan Pemerintah Yaman.

Pemimpin Houthi, Mohammed Ali Al-Houthi memperingatkan koalisi yang disokong Barat itu untuk tidak menyerang Hodeidah, atau pasukannya bakal membalas.

Al Masirah TV yang dikelola Houthi melaporkan, dua rudal menghantam kapal tongkang milik koalisi Saudi. Namun, belum ada pernyataan dari Riyadh.

BBC memberitakan, koalisi Arab Saudi berusaha mengusir Houthi dari Hodeidah karena diduga kelompok itu menyelundupkan senjata Iran.

Dalam pernyataannya, pemerintahan Hadi berkata pembebasan Hodeidah bakal menjadi titik balik kejatuhan kelompok yang menguasai ibu kota Sana'a itu.

"Dengan mengamankan jalur pelayaran dari Selat Bab al-Mandab, maka pasokan senjata Houthi dari Iran yang telah menumpahkan darah banyak orang Yaman bakal terhenti," tutur pemerintah.

Serangan yang dilancarkan koalisi Saudi itu langsung mendapat reaksi dari PBB yang mengatakan masyarakat di sekitar kota pelabuhan itu bakal terancam.

"Ada sekitar 250.000 orang di sekitar Hodeidah yang bisa kehilangan segalanya. Bahkan hidup mereka," demikian keterangan PBB dikutip Al Jazeera.

Lebih lanjut, UEA menyatakan meski nantinya Hodeidah berhasil direbut, ada kemungkinan pelabuhan tidak bisa segera digunakan.

"Sebab, ada kemungkinan Houthi bakal menyabotase infrastruktur dan menanam ranjau darat maupun laut ketika mereka mundur," tutur UEA.

Sejak koalisi Saudi memutuskan terjun ke Yaman pada Maret 2015, PBB melaporkan ada sekitar 10.000 orang terbunuh, dan 22 juta orang butuh bantuan kemanusiaan.

Baca juga: Rudal Houthi Hantam Pasar yang Ramai di Yaman, Lima Orang Tewas

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Internasional
Duterte Minta Terapkan Lagi Hukuman Mati bagi Pengedar Narkoba dan Perampok

Duterte Minta Terapkan Lagi Hukuman Mati bagi Pengedar Narkoba dan Perampok

Internasional
Intelijen Iran: CIA Sudah 2 Kali Kalah Telak

Intelijen Iran: CIA Sudah 2 Kali Kalah Telak

Internasional
India Luncurkan Roket Chandrayaan-2 untuk Misi Pendaratan di Bulan

India Luncurkan Roket Chandrayaan-2 untuk Misi Pendaratan di Bulan

Internasional
Versi Iran, Begini Cara CIA Rekrut Agen Rahasia dan Menyusup ke Negaranya

Versi Iran, Begini Cara CIA Rekrut Agen Rahasia dan Menyusup ke Negaranya

Internasional
Bocah 13 Tahun di China Ketahuan Menerbangkan 2 Pesawat Sendirian

Bocah 13 Tahun di China Ketahuan Menerbangkan 2 Pesawat Sendirian

Internasional
China Sebut Unjuk Rasa di Hong Kong Dilakukan Perusuh dan Tak Bisa Ditoleransi

China Sebut Unjuk Rasa di Hong Kong Dilakukan Perusuh dan Tak Bisa Ditoleransi

Internasional
Menhan Inggris Sebut Jumlah Kapal Perang Mereka Tak Cukup di Tengah Ketegangan dengan Iran

Menhan Inggris Sebut Jumlah Kapal Perang Mereka Tak Cukup di Tengah Ketegangan dengan Iran

Internasional
Iran Ungkap Jaringan Mata-mata CIA Berkat Bantuan 'Negara Asing'

Iran Ungkap Jaringan Mata-mata CIA Berkat Bantuan "Negara Asing"

Internasional
Close Ads X