Rudal Houthi Hantam Pasar yang Ramai di Yaman, Lima Orang Tewas

Kompas.com - 23/05/2018, 13:26 WIB
Pasukan milisi Houthi di atas kendaraan militer saat berkumpul di Sanaa sebelum memulai gerakan menuju medan perang di Yaman, Januari lalu.Mohammed Huwais / AFP Pasukan milisi Houthi di atas kendaraan militer saat berkumpul di Sanaa sebelum memulai gerakan menuju medan perang di Yaman, Januari lalu.

MARIB, KOMPAS.com - Serangan rudal menghantam sebuah pasar yang ramai di daerah yang padat penduduk di kota Marib, Yaman, Selasa (22/5/2018).

Setidaknya lima warga sipil tewas dan 22 lainnya luka-luka akibat rudal yang diyakini ditembakkan oleh kelompok Houthi. Demikian dilaporkan kantor berita SABA.

Kelompok Houthi belum mengeluarkan pernyataan terkait serangan tersebut. Demikian menurut berita The New Arab.

Kota Marib termasuk dalam wilayah yang dikendalikan oleh pemerintahan Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi yang diakui masyarakat internasional.

Baca juga: Koalisi Arab Saudi Selamatkan Anak Empat Tahun dari Milisi Houthi

Serangan rudal tersebut terjadi setelah juru bicara koalisi Arab, Kolonel Turki al-Maliki mengeluarkan pernyataan yang menuduh Houthi sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap kargo Turki yang berisi gandum di pelabuhan Hodeidah, pekan lalu

Dalam pernyataannya yang disampaikan Senin (21/5/2018) malam. Maliki mengatakan, penyelidikan keamanan telah mengungkapkan bahwa penyerangan kargo di Hodeidah dilakukan oleh kelompok Houthi menggunakan misil.

Tidak ditemukan bahan mencurigakan dari muatan gandum yang menjadi target serangan tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, kelompok Houthi yang didukung Iran telah menembakkan serangkaian rudal ke wilayah Yaman, sebagai bagian konflik yang terjadi selama tiga tahun.

Houthi menjadi semakin berani dalam melancarkan serangan mereka terhadap Arab Saudi, termasuk sejumlah upaya serangan ke ibu kota Riyadh.

Sementara pemerintah Arab Saudi telah menanggapi serangan rudal tersebut dengan serangan udara yang efektif.

Baca juga: Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Sejak Maret 2015, Riyadh membangun koalisi negara-negara Arab yang berjuang untuk menggulingkan gerakan Houthi di Yaman dan memulihkan pemerintah yang diakui secara internasional dan berkuasa.

Hampi sebanyak 10.000 orang telah menjadi korban tewas dalam konflik di Yaman, menjadikannya konflik yang oleh PBB disebut sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X