Kompas.com - 01/06/2018, 20:36 WIB

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un menegaskan komitmen negaranya untuk melakukan denuklirisasi di Semenanjung Korea belum berubah.

Pernyataan tersebut disampaikan Kim saat menemui Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Pyongyang, Kamis (31/5/2018).

"Kim Jong Un menegaskan kehendak Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) untuk denuklirisasi Semenanjung Korea tetap konsisten dan tidak berubah," tulis kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, dilansir AFP, Jumat (1/6/2018).

Kim mengharapkan, hubungan antara AS dengan Korea Utara dan isu denuklirisasi dapat diselesaikan secara bertahap melalui solusi yang berkembang melalui dialog dan negosiasi yang efektif dan membangun.

Baca juga: Kim Jong Un Puji Rusia karena Berani Menentang Dominasi AS

Kunjungan Lavrov ke Pyongyang tersebut bersamaan dengan pertemuan yang berlangsung di Manhattan, New York, antara pejabat tinggi Korea Utara, Kim Yong Chol dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Pertemuan tersebut membahas persiapan dan pematangan rencana konferensi tingkat tinggi antara Kim dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura yang dijadwalkan pada 12 Juni mendatang.

Rencana pertemuan tingkat tinggi tersebut sempat nyaris batal karena adanya perbedaan pemahaman terkait denuklirisasi yang diharapkan masing-masing pihak.

Washington mengharapkan Korea Utara dengan cepat menyerahkan persenjataan nuklirnya dengan cara yang dapat diverifikasi dan tak dapat dibalikkan.

Pemerintah AS juga menjanjikan bakal memberikan imbalan pembatalan sanksi bahkan bantuan ekonomi kepada Pyongyang jika bersedia melakukannya.

Sementara, para pakar meyakini, Korea Utara tidak akan mau menyerahkan persenjataan dan program nuklirnya kecuali mendapat jaminan keamanan dari AS akan keberlangsungan rezim Kim.

Baca juga: Pejabat Tinggi Korea Utara Bertemu Menlu AS di New York

Komentar Kim tersebut mengindikasikan harapannya akan adanya pendekatan bertahap demi menyelesaikan persoalan denuklirisasi ini.

Sementara, Lavrov telah memperingatkan agar semua pihak tidak berharap terlalu tinggi dari pertemuan tersebut dan menghindari tuntutan yang berlebih.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.