Kim Jong Un Puji Rusia karena Berani Menentang Dominasi AS

Kompas.com - 31/05/2018, 23:59 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) ketika berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Pyongyang Kamis (31/5/2018).TASS/Valery Sharifulin Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) ketika berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Pyongyang Kamis (31/5/2018).

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Un, memuji Pemerintah Rusia yang berani menentang dominasi Amerika Serikat ( AS).

Pernyataan itu disampaikan Kim dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, di Pyongyang Kamis (31/5/2018).

Kepada Lavrov, Kim berkata bahwa situasi di Semenanjung Korea berubah sesuai dengan kebutuhan Korut dan Korea Selatan (Korsel), bukan negara lain.

Baca juga: Menlu Rusia Bertemu Kim Jong Un di Pyongyang


"Karena itu, fakta bahwa pemerintahan Presiden Vladimir Putin menentang dominasi AS sangat kami hargai," ujar Kim dikutip dari TASS.

"Karena keberanian pemerintahan Anda, kami selalu siap berdialog dan saling bertukar opini dengan Rusia," kata Kim.

Pemimpin yang berkuasa sejak 2011 itu melanjutkan, kedatangan Lavrov juga menjadi bukti Rusia menaruh perhatian besar akan hubungan dua negara.

"Saya pikir kunjungan Anda menunjukkan seberapa besar perhatian Presiden Putin dalam mempererat hubungan Rusia dan Korut," tambahnya.

Lavrov merupakan diplomat top Rusia pertama yang mengunjungi Korut sejak 2009. Namun, dia menjadi pejabat pertama yang bertemu secara langsung dengan Kim.

"Beberapa diplomat Rusia mengaku pernah bertemu Kim. Namun, ini adalah pertemuan empat mata pertama yang berhasil diabadikan," kata sumber dari delegasi Kremlin.

Kedatangan Lavrov memenuhi undangan Menteri Luar Negeri Korut Ri Yong Ho untuk memperingati 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Selain itu, dia juga hendak berdiskusi seputar perkembangan kondisi Semenanjung Korea. Termasuk rencana pertemuan Kim dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura 12 Juni nanti.

Baca juga: Kim Jong Un Punya Rencana Cadangan jika Pertemuan dengan Trump Gagal

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Internasional
Duterte Minta Terapkan Lagi Hukuman Mati bagi Pengedar Narkoba dan Perampok

Duterte Minta Terapkan Lagi Hukuman Mati bagi Pengedar Narkoba dan Perampok

Internasional
Intelijen Iran: CIA Sudah 2 Kali Kalah Telak

Intelijen Iran: CIA Sudah 2 Kali Kalah Telak

Internasional
India Luncurkan Roket Chandrayaan-2 untuk Misi Pendaratan di Bulan

India Luncurkan Roket Chandrayaan-2 untuk Misi Pendaratan di Bulan

Internasional
Versi Iran, Begini Cara CIA Rekrut Agen Rahasia dan Menyusup ke Negaranya

Versi Iran, Begini Cara CIA Rekrut Agen Rahasia dan Menyusup ke Negaranya

Internasional
Bocah 13 Tahun di China Ketahuan Menerbangkan 2 Pesawat Sendirian

Bocah 13 Tahun di China Ketahuan Menerbangkan 2 Pesawat Sendirian

Internasional
China Sebut Unjuk Rasa di Hong Kong Dilakukan Perusuh dan Tak Bisa Ditoleransi

China Sebut Unjuk Rasa di Hong Kong Dilakukan Perusuh dan Tak Bisa Ditoleransi

Internasional
Menhan Inggris Sebut Jumlah Kapal Perang Mereka Tak Cukup di Tengah Ketegangan dengan Iran

Menhan Inggris Sebut Jumlah Kapal Perang Mereka Tak Cukup di Tengah Ketegangan dengan Iran

Internasional
Iran Ungkap Jaringan Mata-mata CIA Berkat Bantuan 'Negara Asing'

Iran Ungkap Jaringan Mata-mata CIA Berkat Bantuan "Negara Asing"

Internasional
Close Ads X