Untuk Meliput di Korut, Jurnalis Asing Wajib Bayar Visa Rp 142 Juta

Kompas.com - 21/05/2018, 18:12 WIB
Gambar ini menunjukkan sebelum dan sesudah situs uji Punggye-ri, di mana pada 3 September 2017 dilakukan pengujian bom di bawah tanah. Gambar di sebelah kiri adalah sebelum dilakukan pengujian yang diperoleh pada 1 September 2017, sementara gambar setelah pengujian menunjukkan tanah longsor. (AFP/Planet/HO) Gambar ini menunjukkan sebelum dan sesudah situs uji Punggye-ri, di mana pada 3 September 2017 dilakukan pengujian bom di bawah tanah. Gambar di sebelah kiri adalah sebelum dilakukan pengujian yang diperoleh pada 1 September 2017, sementara gambar setelah pengujian menunjukkan tanah longsor. (AFP/Planet/HO)
|

SEOUL, KOMPAS.com - Pemerintah Korea Utara mengizinkan jurnalis asing datang ke negeri itu untuk meliput penutupan lokasi uji coba nuklir Punggye-ri.

Syaratnya, tiap jurnalis harus membayar visa sebesar 10.000 dolar AS atau sekitar Rp 142 juta. Demikian keterangan para pejabat Korea Selatan, Senin (21/5/2018).

Pejabat itu menambahkan, hanya para jurnalis Korea Selatan yang tak dibebani untuk membayar visa.

Namun, bagi mereka yang memahami situasi di kawasan tersebut, peraturan bisa berubah setiap saat karena kebijakan pemerintah Korut kerap tak bisa diprediksi.


Baca juga: Korea Utara Dikabarkan Mulai Proses Menutup Situs Nuklirnya

Pemerintah Korea Utara mengundang sejumlah jurnalis dari Korea Selatan, China, Rusia, dan Inggris untuk meliput pembongkaran situs uji coba nuklir itu.

Upacara resmi akan digelar antara Rabu hingga Jumat pekan ini.

Dari Korea Selatan, situs berita News1 dan stasiun televisi MBC terpilih untuk meliput peristiwa tersebut.

Kedua media itu secara total mengirimkan delapan orang stafnya yang terdiri atas reporter, fotografer, dan juru kamera.

Kedelapan jurnalis Korea Selatan itu sudah tiba di Beijing pada Senin siang sebelum melanjutkan perjalanan ke Pyongyang.

Sementara itu, jurnalis non-Korea yang terpilih untuk meliput berasal dari Associated Press, ABC, dan CNN.

Baca juga: Menteri Korea Utara Sebut AS Terlalu Menekan soal Denuklirisasi

Pemerintah Korea Utara mengharuskan para jurnalis peliput tiba di kedubesnya di Bejing paling lambat pada Selasa (22/5/2018).

Di kedubes mereka akan membayar visa kunjungan dan akan terbang ke kota Wonsan menggunakan sebuah pesawat sewaan berkapasitas 70 penumpang dan menggunakan bus ke lokasi acara.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X