Tim Sepak Bola Yerusalem Ini Tambahkan Trump di Nama Klubnya - Kompas.com

Tim Sepak Bola Yerusalem Ini Tambahkan Trump di Nama Klubnya

Kompas.com - 14/05/2018, 12:09 WIB
Fans garis keras dari Beitar Jerusalem yang berjuluk La Familia ketika mendukung klub yang bermain di Israeli Premier League, kasta teratas sepak bola Israel, tersebut.dpa via Deutsche Welle Fans garis keras dari Beitar Jerusalem yang berjuluk La Familia ketika mendukung klub yang bermain di Israeli Premier League, kasta teratas sepak bola Israel, tersebut.

YERUSALEM, KOMPAS.com - Sebuah klub sepak bola di Israel mengumumkan bakal mengganti nama mereka sesuai dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dalam keterangan resmi di media sosial, diwartakan Deutsche Welle Minggu (13/5/2018), Beitar Jerusalem menyatakan bakal menjadi Beitar Trump Jerusalem.

Klub yang bermain di Israeli Premier League, kasta teratas liga Israel, menambahkan nama tersebut sebagai penghargaan kepada presiden 71 tahun itu.

Pada 6 Desember 2017, Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan bermaksud memindahkan kedutaan besarnya di sana.

Baca juga: Rayakan Hari Ibu, Trump Unggah Video Khusus dan Bermain Golf

Pernyataan tersebut menuai kemarahan dari Palestina dan negara-negara Arab, serta membuat PBB membatalkan pengakuan itu.

Langkah itu terjadi pada Senin (14/5/2018), dan sekaligus menandai peringatan 70 tahun berdirinya negara tersebut.

Dalam pernyataannya, penggantian nama tersebut dilakukan langsung oleh chairman Eli Tabib dan manajer eksekutif Eli Ohana.

"Presiden Trump telah menunjukkan keberanian dan cinta sejati kepada rakyat Israel. Negara lain juga mengikuti langkahnya dalam beberapa hari terakhir," kata Beitar.

"Klub Beitar Jerusalem, simbol dari kota ini, bahagia bisa mendukung cinta Presiden Trump dengan cara kami sendiri," lanjut Beitar.

Namun, dilaporkan Jerusalem Post, langkah Beitar mengganti nama menjadi Beitar Trump Jerusalem bakal mendapat langkah terjal.

Selain harus mendapat persetujuan dari Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA), nama Trump sudah menjadi merek dagang di Israel sejak 2008.

Jika Beitar nekat menggunakan nama Trump, maka mereka terancam untuk mendapat gugatan hukum terkait pelanggaran hak cipta.

Baca juga: Israel Klaim Wakil 33 Negara akan Hadiri Peresmian Kedubes AS di Yerusalem


Komentar

Close Ads X