Obama: Keputusan Trump Keluar dari Kesepakatan Nuklir Iran Sesat

Kompas.com - 09/05/2018, 10:38 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dengan pendahulunya mantan presiden Barack Obama di hari pelantikan 20 Januari 2017 AFP/Jim WatsonPresiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dengan pendahulunya mantan presiden Barack Obama di hari pelantikan 20 Januari 2017

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, mengkritisi keputusan Donald Trump untuk keluar dari kesepakatan nuklir Iran.

Dilansir USA Today Selasa (8/5/2018), Obama menyatakan kekhawatirannya bahwa keputusan Trump tidak hanya merenggangkan hubungan AS dengan sekutunya di Eropa.

Namun juga berpotensi menyebabkan perang lain di Timur Tengah. Dia menawarkan lebih dari 1.000 ringkasan mengapa kesepakatan itu dibutuhkan untuk menjaga perdamaian,

Mantan presiden berumur 56 tahun itu berujar, kesepakatan nuklir Iran sama artinya dengan berusaha membangun hubungan dengan Korea Utara (Korut).

"Karena itu, saya menyebut keputusan yang dibuat hari ini (Selasa) adalah sesat," kata Obama sebagaimana diwartakan CNN.

Baca juga : Trump: AS Keluar dari Perjanjian Nuklir Iran

Presiden yang berkuasa pada periode 2009-2017 itu menegaskan, kredibilitas AS bakal terkikis karena tidak memenuhi komitmennya.

Dia memahami di setiap pergantian pemerintahan, sering terjadi pula pergantian kebijakan luar negeri. Dia juga menyadari Iran cenderung mendukung terorisme.

Iran juga dianggap bisa mengancam sekutu AS Israel, dan negara kawasan lain. "Karena itulah, penting bagi kita untuk mempertahankan perjanjian tersebut," tegasnya.

Obama takut, keinginan Trump untuk keluar bakal membuat rezim Hassan Rouhani memproduksi senjata nuklir, dan berpotensi menimbulkan perang di Timur Tengah.

"Jika perjanjian dengan Iran hilang, kita bakal melihat hari di mana kita bakal hidup dengan ancaman, atau terpaksa berperang untuk menghindarinya," kata Obama.

Tidak hanya Obama, mantan Menteri Luar Negeri John Kerry juga menyuarakan kekhawatiran. Kerry adalah sosok yang menciptakan perjanjian tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber USA Today,CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Internasional
Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X