Kompas.com - 08/05/2018, 15:11 WIB
Foto yang dirilis Kantor Presiden Iran menunjukkan Presiden Iran Hassan Rouhani menghadiri sebuah pertemuan kabinet di Ibu Kota Teheran, Minggu (31/12/2017). Unjuk rasa anti-pemerintahan Presiden Hassan Rouhani di Iran berlangsung hampir sepekan, memakan korban tewas hingga puluhan orang dan ratusan orang ditangkap pihak keamanan. AFP PHOTO/IRANIAN PRESIDENCY/HOFoto yang dirilis Kantor Presiden Iran menunjukkan Presiden Iran Hassan Rouhani menghadiri sebuah pertemuan kabinet di Ibu Kota Teheran, Minggu (31/12/2017). Unjuk rasa anti-pemerintahan Presiden Hassan Rouhani di Iran berlangsung hampir sepekan, memakan korban tewas hingga puluhan orang dan ratusan orang ditangkap pihak keamanan.

TEHERAN, KOMPAS.com - Presiden Iran, Hassan Rouhani, berkata kalau negaranya bisa tetap bertahan pada kesepakatan nuklir yang dibuat di 2015.

Namun, seperti dilaporkan Tasnim via Russian Today Selasa (8/5/2018), Rouhani meminta negara lain tidak keluar dari kesepakatan tersebut.

Dibuat di Wina, Austria, pada 14 Juli 2015, kesepakatan bernama Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) itu diteken oleh Iran bersama Amerika Serikat (AS), Inggris, Rusia, China, Perancis, dan Jerman.

Dalam JCPOA, komunitas internasional bersedia untuk mencabut sanksi ekonomi apabila Iran mengurangi produksi nuklirnya.

Baca juga : Macron: Keluar dari Kesepakatan Nuklir Iran, Trump Bisa Picu Perang

Perjanjian yang terjadi di era Presiden Barack Obama itu disebut Presiden Donald Trump sebagai "yang terburuk dalam sejarah".

Sebabnya, Trump melihat perjanjian itu tidak memperhatikan isu yang lain seperti kepemilikan rudal balistik, maupun aktivitas Iran di Timur Tengah.

Trump lalu meminta agar JCPOA bisa dinegosiasikan ulang dengan memasukkan kesepakatan soal kepemilikan rudal balistik Iran.

Trump mengumumkan bakal segera memutuskan sikap AS terkait JCPOA yang bakal habis Sabtu (12/5/2018) pada hari ini.

"Kami mempunyai rencana. Kami bakal bertahan apabila negara non-AS bertahan. Jika AS keluar, maka sumber masalahnya hilant," kata Rouhani.

Namun, jika ada yang tidak setuju, maka Iran bakal menarik diri, dan kembali memproduksi nuklir sebelum kesepakatan JCPOA.

Rouhani juga menyatakan, Negeri "Paman Sam" bakal membuat kesalahan besar jika mereka mengumumkan keluar dari JCPOA.

Russian Today memberitakan, ini merupakan kali pertama Rouhani menyatakan bahwa masih ada harapan JCPOA bakal tetap berlanjut meski jika AS nantinya benar-benar keluar.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Bahram Ghasemi berujar keputusan keluar dari JCPOA bakal memberikan rasa sakit dan penyesalan bagi AS.

"Keluarnya AS bisa menghancurkan reputasi, sekaligus mengurangi kepercayaan dunia kepada mereka," kata Ghasemi dalam keterangannya.

Baca juga : Iran: Jika Trump Menarik Diri dari Kesepakatan Nuklir, Kami Keluar



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X