Kompas.com - 03/05/2018, 20:35 WIB
Mantan Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Velayati THE TIMES OF ISRAELMantan Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Velayati

TEHERAN, KOMPAS.com - Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memberi peringatan jika Amerika Serikat (AS) tidak memperpanjang kesepakatan nuklir 2015.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam bakal menarik diri dari kesepakatan 2015 yang bakal habis pada Sabtu pekan depan (12/5/2018).

Presiden 71 tahun itu menyebut kesepakatan yang terjadi di era Presiden Barack Obama tersebut "terburuk dalam sejarah".

Sebab, kesepakatan itu tidak menegaskan soal isu lain seperti kepemilikan rudal balistik, maupun aktivitas Iran di Timur Tengah.

Baca juga : PM Israel Klaim Punya Bukti Iran Sembunyikan Senjata Nuklir

"Jika Trump tidak menarik diri, kami keluar," kata Ali Akbar Velayati, penasihat Khamenei di bidang kebijakan dilansir AFP Kamis (3/5/2018).

Velayati melanjutkan, Iran tidak akan menerima jika ada pihak yang mencoba menambahkan atau mengurangi kesepakatan tersebut.

"Bahkan jika negara itu sekutu AS sekali pun. Jika mereka mencoba mengubah kesepakatan, kami bakal mengumumkan keluar," kata Velayati.

Tekanan kepada Trump untuk memperpanjang kesepakatan itu datang dari Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

Kepada BBC, Guterres menuturkan kesepakatan nuklir Iran 2015 merupakan kemenangan diplomasi, dan tidak seharusnya diganggu.

"Sudah seharusnya tidak dirusak kecuali jika ada opsi yang lebih bagus. Saat ini, kami tengah berpacu dengan waktu," tambah Guterres.

Pada 2015, Iran meneken kesepakatan dengan AS, Inggris, Rusia, China, Perancis, dan Jerman. Teheran bakal mengurangi produksi nuklir sebagai ganti pencabutan sanksi ekonomi.

Bernama Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), Iran berkewajiban mengurangi mesin sentrifugal, yang berfungsi memperkaya uranium.

Selain itu, Iran juga harus mengurangi produksi uraniumnya hingga ke level yang tidak bisa dipakai untuk memproduksi senjata nuklir.

Baca juga : Iran ke Trump: Tetap di Kesepakatan Nuklir, atau Hadapi Konsekuensinya



Sumber AFP, BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X